Kembali ke Jogja dengan Status yang Berbeda (bagian kedua)

Festival light Kaliurang – Karena memang masih banyak yang menarik untuk diceritakan. Saya ingin melanjutkaan cerita “kembali ke jogja”. Sebelum baca cerita ini wajib baca bagian yang pertama dulu ya (Kembali ke Jogja). Kalau sudah baca bagian yang pertama silahkan lanjutin baca bagian yang kedua ini. Biar nyambung ceritanya.

Jogja bagi saya adalah kota yang jahat, karena dia selalu membuat orang yang pernah tinggal di sana menjadi rindu akan suasannya saat telah meninggalkan kota terebut. Banyak sekali kenangan di setiap sudut kota Jogja, tak terkecuali dengan kenangan yang buruk sekalipun. Makanya saya berambisi sekali kembali ke Jogja untuk bernostalgila walau hanya sebentar.

Lanjut ke cerita libuaran singkat ke Jogja saya selanjutnya.

3. Menikmati Senja di Pantai Wediombo Gunungkidul

liburan singkat ke Jogja

menikmati senja di Wediombo

Selepas dari Pantai Kukup dan Pantai Sepanjang, saya berdua bersama adik saya melanjutkan perjalan mencari pantai yang sekiranya asyik buat mendirikan tenda. Sedangkan ke dua teman KKN saya tidak ikut karena mereka punya kesibukan sendiri, jadi mereka langsung melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing-masing.

Sebelum berangkat ke Pantai Kukup dan Pantai Sepanjang, saya sudah menyiapkan peralatan untuk camping. Sebenarnya tujuan saya ke Jogja itu untuk mendaki gunung seklaigus mengobati kerinduan akan ketinggian, oleh karena itu saya sengaja membawa berbagai macam peralatan buat mendaki dari rumah.

Karena memang cuaca pas waktu saya ke Jogja itu lagi kurang bersahabat, makanya saya merubah haluan ke pantai yang sekiranya aman buat camping. Sempat bingung mau camping dimana, soalnya memang belum ada refrensi pantai yang bagus. Tepat setelah sholat ashar saya dan adik saya melanjutkan perjalanan menyelusuri pantai yang ada di sepanjangan Gunungkidul dimulai dari pantai Kukup.

Pantai demi pantai kami telusuri sambil bertanya dengan Mbah Gugel, berhubung setiap pantai dimintai retribusi, akhirnya kami berdua langsung mencari satu pantai yang memang menjadi tujuan untuk mendirikan tenda. Soalnya jika harus menelusuri tiap pantai dan tiap pantai harus di tariki retribusi ya lumayan juga kan uangnya.

liburan singkat ke Jogja

kolam renang pantai wediombo via tempatwisatajogja.net

 

Di tengah perjalanan kami bertemu rombongan yang rencana mau camping juga dalam rangka merayakan natal, oh iya kami berdua camping pas itu bertepatan dengan tanggal 25 Desember (hari Natal). Sempat mengobrol ringan dan bertanya hendak camping dimana. Ternyata mereka pun sama seperti kami belum ada tujuan.

Akhirnya saya ajak mereka untuk camping di Pantai Wediombo yang sebetulnya saya juga nggak tau bagus atau tidaknya. Cuma berbekal internet aja kalau Pantai Wediombo itu recommended buat camping.

Ternyata pantai Wediombo lumayan jauh juga dari pantai awal yang kami kunjungi. Tapi walaupun jauh pantai ini memang sangat bagus sekali. Selain keindahan pasir-pasir putihnya pantai ini juga terdapat kolam renang alami, yang bisa dipakai untuk berenang.

Bagi kalian yang ingin menjajal sensasi berenang di kolam alami, silahkan berkunjung ke pantai yang satu ini. Lebih baik lagi mendirikan tenda dan camping disana sambil menikmati senja. Karena pengunjung pantai ini tidak seramai pantai yang sebelum-sebelumnya.

4. Menghabiskan Malam di Tugu Jogja

liburan singkat ke Jogja

tugu jogja via inovasee.com

Setelah sempat bingung mau kemana lagi, karena memang saya ke Jogja tanpa planing yang gak jelas. Tapi sebelum saya berangkat saya sudah mengabari pasukan nyip-nyip (sekumpulan orang yang gak jelas tapi pinter). Akhirnya saya mengajak mereka untuk bertemu walau hanya sekedar ngobrol yang gak jelas. Waktu itu kami sepakat bertemu di kedai kopi yang gak jauh dari tugu Jogja.

Setelah sempat muter-muter mencari tempat yang sudah dijanjikan bersama, akhirnya ketemu juga. Ternyata memang tempatnya nyelip dan sepintas memang susah dicari kalau tidak teliti.

Rasanya sudah lama sekali tidak menikmati suasana malamnya Jogja yang tidak pernah tidur. Berbekal segelas kopi kami bercerita ke absurd-an kami semasa kuliah, mulai dari permasalahan kuliah, politik, sepak bola hingga ke permasalahan asamara masing-masing. Karena kami semua memiliki latarbelakang dan cerita yang berbeda-beda jadi asyiklah jika sudah bertemu.

Tidak terasa ternyata kami mengobrol sampai jam tiga pagi, kemudian kami putuskan untuk mencari tempat asyik lainya. Ada yang menyarankan untuk karaokean ada juga yg usul untuk bermain PS saja. Berhubung tidak tau tempat karaoke yang masih buka jam segitu dan cuaca pun gerimis-gerimis syahdu, akhirnya kami sepakat untuk bermain PS saja.

liburan singkat ke jogja

pasukan nyip-nyip via aedihasim

Langsung kami tancap gas mencari tempat bermain PS yang masih buka. Sepanjang perjalanan menuju tempat PS, kami sudah seperti cah klitih yang memang lagi marak di Jogja. Cah klitih itu adalah sekumpulan pemuda yang sering keluyuran dimalam hari yang suka bikin rusuh dengan membawa senjata tajam bahkan tidak segan-segan melukai orang yang tidak dikenal.

Kira-kira seperti itulah kami malam itu, cuma bedanya kami anak baik-baik serta tidak membawa senjata tajam dan tidak membuat rusuh. Hanya sekedar keluyuran dimalah hari dan hanya blyer-bleyer gas motor aja.

Tapi intinya di sepanjang malam hingga pagi itu kami habiskan bersama untuk bernostalgila, karena memang setelah lulus kuliah kami belum pernah bertemu lagi. Jadi gak heran setiap ketemu kami melakukan sesuatu yang kesannya agak bodoh dan absurd.

5. Berkunjung ke Festival of Light Kaliurang di Malam Terakhir

festival of light kaliurang via klikhotel.com

Tidak terasa waktu berlibur pun udah mau habis dan uang pun juga sudah mulai menipis. Di malam terakhir saya di Jogja saya dipaksa untuk keluar sama temen saya. Karena dia berfikir bakal jarang lagi kitanya bertemu makanya dia ngebet banget ngajak saya keluar tanpa tau tujuan mau kemana.

Akhirnya saya saranin ke Festival Light Kaliurang aja, karena saya ke Jogja itu bertepatan dengan Festival of Light Kaliurang yang memang diadakan setahun sekali.

Berhubung malam itu hanya kami berdua, biar gak kesannya gak dibilang jomblo, jadinya saya mengajak adik saya dan teman-temannya untuk ikut bareng ke Festival of Light Kaliurang. Karena memang kami belum tau pastinya lokasi Festival of Light itu. lagi, akhirnya kami mengandalkan bantuan GPS untuk menuju lokasi tersebut.

Sesampainya di situ ternyata pengunjungnya membludak, banyak banget. Sampe-sampe antriannya mengular hingga parkiran mobil. Sempat berfikir untuk mengurungkan niat masuk ke Festival Light kaliurang, tapi teman saya menyarankan jangan. Karena memang udah jauh-jauh datang dan festival ini baru ada lagi tahun depan akhirnya mau gak mau saya menurutin suara terbanyak.

Festival Light kaliurang

Festival Light kaliurang via okezone.com

Dengan hati yang bersabar menunggu antrian membeli karcis masuk, akhirnya karcis yang seharga 20 ribu dapat saya pegang. Bergegas kami masuk, karena memang bentar lagi pukul 22.00 yang mana batas akhir Festival ini buka, sedangkan kami datang pukul 21.00, praktis kami hanya memiliki waktu 1 jam disana.

Festival Light Kaliurang ini hampir setiap tahun digelar, sejak zaman kuliah dulu sudah ada. Tapi saya belum tertarik sama sekali. Tapi setelah lulus kuliah dan meninggalkan Kota Jogja jadi tambah malah pingin kesana. Sebenarnya sebelum berangkat ke Jogja, Festival Light Kaliurang ini sudah masuk list tujuan saya, cuma bukan prioritas utama. Makanya ketika temen saya mengajak saya keluar buat main saya nyaranin dia untuk pergi ke Festival ini.

Jika mencari tempat untuk bernarsis-narsis ria dimalam hari, Festival Light ini kayaknya wajib dikunjungi buat kalian-kalian yang berada di Jogja. Tapi Festival ini tidak ada setiap hari. Maka disarankan berwisata ke Jogja nya pas akhir tahun supaya bertepatan dengan festival ini.

Itulah sepenggal cerita saya tentang Liburan singkat ke Jogja. Semoga dapat menjadi inspirasi saat berkunjung ke Jogja. Jadi kapan ke Jogja lagi?

festifal light kaliurang

jadi kapan ke jogja lagi? via jogjafamilytrans.com

 

5 Comments

    • Mas Parararam
  1. Gio | Disgiovery
    • Mas Parararam
  2. devita

Leave a Reply