halimah yacob

Inilah Sosok Presiden Muslimah Pertama di Negeri Singa !

HALIMAH YACOB – Negara Singapura memiliki Presiden Baru!. Dialah Halimah Yacob, Mantan Ketua Parlemen Singapura yang kini secara resmi ditunjuk serta ditetapkan menjadi presiden di negara Singapura.

Halimah Yacob mengukir sejarah dengan menjadi presiden perempuan pertama di Negeri Singa tersebut dan telah mendapatkan sertifikat kelayakan. Halimah Yacob ditunjuk sebagai presiden setelah beliau memenuhi kriteria untuk dalam pencalonan dan mengalahkan empat pesaing lainnya yang tidak lulus dalam persyaratan menjadi presiden. Lalu Siapa Halimah Yacob? Berikut profilnya!

Profil Halimah Yacob

halimah yacob

 

Nama Asli Halimah Yacob ialah Halimah binte Yacob, Beliau lahir pada tanggal 23 Agustus 1954. Halomah merupakan seorang politisi Melayu dari Singapura.

Halimah Yacob adalah anggota dari partai pemerintah yang ada di Singapura yaitu PAP (Partai Aksi Rakyat), Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen Singapura, Halimah menduduki Jabatan sebagai Ketua sejak tanggal 14 Januari 2013.

Sejarah juga mencatat wanita yang pertama menjabat serta menduduki posisi ketua parlemen dalam sejarah Republik Singapura ialah Halimah Yacob. Dan lebih hebatnya lagi beliau merupakan orang ketiga yang menduduki posisi Ketua Parlemen yang berasal dari ras minoritas secara berturut-turut, sesudah Abdullah Tarmugi dan Michael Palmer.

Baca Juga Pengertian Negara beserta Fungsi dan Unsur Pembentuknya

Fakta Halimah Yacob Yang Jarang Diketahui

Fakta Halimah Yacob

Ada beberapa fakta unik yang jarang diketahui orang banyak tentang Halimah Yacob ini. Penasaran simak penjelasannya dibawah ini:

1. Muslimah Pertama yang Menjabat Presiden di Singapura

halimah yacob

Ketika Halimah Yacob ditetapkan sebagai presiden, banyak sekali mengundang perhatian lebih di Singapura,tidak hanya dinegerinya sendiri tetapi dunia juga heboh.

Kok bisa? Ya karena sjauh ini dalam pemerintahan di Singapura belum ada orang Muslim Melayu yang menduduki jabatan tertinggi pada kepemimpinan di Singapura. Akan tetapi sekarang, Halimah yang notabane seorang yang minoritas berhasil mendobraknya dan ditetapkan menjadi presiden.

Tinnginya pengalaman serta pengetrahuan Halimah saat menajabat di parlemen menjadikan Ia masuk dalam memenuhi persyaratan yang ada pada peraturan pencalonan. Penunjukan Halimah Yacob sebagai presiden bertujuan juga agar semakin kuatnya rasa inklusivitas di negara multikultural tersebut.

Tujuan utama yang ingin dijalankan Halimah Yacob sangat begitu jelas yaitu beliau berjanji ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua elemen yanga ada di Singapura. Dan untuk sekarang, Halimah tinggal menunggu waktu untuk pengukuhan dirinya sebagi presiden Baru Singapura.

2. Halimah Yacob Pernah Menjadi Penjual Nasi Padang

Presiden Halimah Yacob

Halimah sejak kecil sudah mandiri, Beliau ditinggal wafat ayahnya di umur 8 tahun. Saat itu si Ibulah yang memngurus Halimah beserta saudara-saudara laki-lakinya. Mereka menetap di sebuah kamar apartemen yang sederhana di terletak jalan Hindu, Singapura.

Di usianya yang masih kecil, Halimah sudah sangat fighting. Sebelum matahari terbit ia sudah beranjak dari tidurnya. Dan sebelum menuju ke sekolah, Ia rajin membantu dan ikut si Ibu untuk berjualan nasi padang menggunakan sebuah gerobak dorong di Shenton Way.

Selain itu di masa Halimah mengeyam pendidikan di Singapore Chinese Girls ‘School serta Tanjong Katong Girls’ begitu banyak cerita. Pernah suatu ketika Halimah harus mengerjakan tugas dan belajar disambi dengan mengelap meja serta mencuci piring. Dan Tak jarang juga pada waktu itu Halimah kesulitan serta menunggak bayaran sekolah karena memang pada saat itu lagi masa sulit-sulitnya Halimah

Namun yang perlu kita teladani dari sang Presiden Baru ini ialah, Semangatnya dalam menuntut ilmu dan meneruskan pendidikan. Setelah lulus dari masa SMA, Halimah Yacob memberanikan diri untuk mendaftar dan berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Singapura. Walaupun dia seniri bingung untuk biaya kuliahnya nanti.

Baca juga tentang Pengertian dan Isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi

Akan tetapi, dengan kepintarannya, menjadikan Halimah memperolah beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore sebanyak 1.000 dolar Singapura pada saat itu.

Selain dari beasisiwa, Biaya pendidikan Halimah semasa kuliah juga di topang oleh kakaknya yang waktu sudah bekerja, Sang kakak membantu biaya Halimah sebanyak 50 dolar Singapura per bulan.

Halimah Yacob menyelesaikan studinya pada 1978 dan setelah itu beliau masuk ke dalam National Trades Union Congress (NTUC) pada divisi hukum. Ia juga sangat aktif memperjuangkan hak-hak bagi pekerja.

Dan di 1999 – 2001, Halimah mencatatkan diri sebagai orang Singapura yang pertama kali yang ada di lembaga buruh internasional (International Labour Organisation/ILO). Dan Tahun setelah itu di 2001, Halimah Yacob turut ke dalam dunia perpolitikan di Singapura dan terpilih menjadi anggota parlemen Singapura lewat Partai Aksi Rakyat (People’s Action Party/PAP).

Di tahun 2013, Halimah mencatatkan diri menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan Ketua Parlemen (Group Representation Constituency) di Singapura.

Dan Sekarang ini Halimah Yacob menjabat sebagai Presiden Muslimah pertama di Singapura yang baru, Beliau tidak bersusah-susah dalam menjalani proses pemungutan suara secara nasional, karena kandidat presiden lainnya gugur.

Setelah terpilih sebagai Presiden Singapura, Halimah ingin mengabdi serta memberikan yang terbaik bagi semua rakyat Singapura.

3. Halimah Yacob Pernah Dijuluki sebagai Ratu Bolos Sekolah

presiden singapura halimah yacob

Ada yang unik dari sosok Halimah Yacob semasa hidupnya,di masa sekolahnya tepatnya disekolah menengah, Ia sering dijuluki sebagai ‘ponteng queen’, jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu ‘ratu bolos sekolah’. Halimah Yacob mengenyam pendidikan sekolahnya di Singapore Chinese Girls’ School, yang hebatnya beliau merupakan salah satu etnis Melayu minoritas yang bersekolah disana.

Pernah suatu ketika Halimah Yacob hampir di drop out dari sekolah karena tercatat banyak membolos. Akan tetapi dibalik alasannya membolos itu sebenarnya sangat-sangatlah beralasan, Ia membolos tidak lain hanya karena untuk membantu ibunya berjualan di kedai makanan milik kerabatnya.

Sekedar tambahan informasi, Ibu Halimah Yacob, Maimun Abdullah, meninggal dunia di usia 90 tahun pada September 2015. Dan sang ayah telah meninggal dunia saat Halimah berusia 8 tahun. Saat itu juga si Ibu menjadi tulang punggung keluarga dan bekerja keras untuk keluarga. Dituturkan Halimah, ibundanya biasa bekerja di kedai makanan sejak pukul 04.00 dini hari hingga pukul 22.00 malam setiap harinya.

“Saya tidak masuk sekolah untuk waktu lama dan akhirnya saya harus dipanggil ke kantor kepala sekolah dan diberitahu, ‘Nak, jika kamu tetap tidak masuk sekolah, saya harus mengeluarkanmu dari sekolah’. Itu ultimatum terakhir,” tutur Halimah penuh kenangan sambil tertawa kecil.

“Itu adalah salah satu momen terburuk dalam hidup saya. Tapi saya memberitahu diri saya, ‘Berhenti mengasihani dirimu sendiri, bangkit dan terus maju’,” imbuhnya.

Pola pikir itu lantas menjadi moto hidup Halimah, yang mengakui dirinya banyak mengalami hambatan dan kegagalan dalam hidup. Halimah sama sekali tidak berpikir untuk terjun ke dunia politik jika memikir ke belakang pada tahun 2001 lalu, saat dia terpilih menjadi anggota Parlemen. Halimah juga sama sekali tidak membayangkan akan mengikuti pilpres Singapura.

“Keinginan saya saat itu sederhana. Menyelesaikan sekolah dan mendapat pekerjaan, kemudian saya bisa menghidupi diri saya sendiri, ibu saya. Saya tidak punya banyak waktu,” ucapnya kepada Channel News Asia.

Melihat ke belakang, Halimah menyebut pengalamannya menghadapi banyak mengalami kesulitan dan kegagalan telah membantunya untuk berempati dan memahami kesulitan dan tantangan yang dihadapi Singapura saat ini.

“Penderitaan seharusnya tidak menjadi penghambat. Saya pikir mungkin jika hidup saya jauh lebih mudah, saya tidak akan seperti ini sekarang. Tapi karena hidup saya sulit, itulah mengapa saya belajar begitu banyak hal, saya belajar untuk bertahan hidup,” tandasnya.

Halimah menjabat Ketua Parlemen Singapura sejak Januari 2013 hingga Agustus 2017. Dia mengundurkan diri dari jabatannya juga dari keanggotaan Partai Aksi Rakyat (PAP) saat mencalonkan diri menjadi Presiden Singapura pada Agustus lalu. PAP merupakan partai politik yang sejak lama berkuasa di Singapura dan menaungi Perdana Menteri Lee Hsien Loong. Seorang capres di Singapura tidak boleh tergabung dalam partai politik mana pun.

Awal pekan ini, Halimah ditetapkan sebagai satu-satunya capres yang memenuhi syarat dan telah mendapat Sertifikat Kelayakan dari Komisi Pemilihan Presiden (PEC). Empat capres lainnya gugur karena tidak memenuhi syarat. Jika tidak ada halangan, Halimah akan dilantik menjadi Presiden ke-8 Singapura pada Rabu 13 september 2017.

Leave a Comment