Kembali ke Jogja dengan Status yang Berbeda (bagian pertama)

Liburan singkat ke Jogja – Berdasarkan judul di atas mungkin agak gimana gitu, apalagi di sana tertulis status yang berbeda. Padahal statusnya dari dulu sampe sekarang gak berubah-ubah yaitu tetap ya gitu (jomblo). Maksud berbeda di sini ialah jika dulu saya di Jogja statusnya sebagai mahasiswa, tapi kali ini saya kembali ke Jogja dengan status wisatawan. Wuiih keren kan wisatawan.

Saya come back again ke Jogja bertepatan dengan liburan semester anak sekolah. Ya cuma di waktu itu saya bisa berpergian untuk waktu yang lumayan lama. Karena tau sendirilah kalau sudah bekerja, untuk berlibur itu susah. Makanya dari itu saya sudah berancang-ancang untuk berlibur ke tempat yang agak jauh sekalian mumpung dikasih libur dua minggu.

Kalau berbicara liburan disini, di daerah saya Tanjung Enim sulit sekali diandalkan. Soalnya gak ada tempat untuk wisata atau sesuatu yang bisa dijadikan sebagai tempat rekreasi. Paling mentok-mentoknya ya di Taman Bukit Asam tempat para ‘pendekar-pendekar’ tongsis beraksi. Ada sih wisata yang bagus, cuma tempatanya agak jauh sekitar 4 jam perjalanan lah dari daerah saya, tempatnya di kabupaten tetangga Pagaralam.

Disana banyak tempat yang bisa dijadiin tempat rekereasi dan wisata, mulai dari gunung, kebun teh, hingga air terjun. Cuma ya kendalanya itu jauh. Bagi saya kalau ingin berwisata kalau tempatnya jauh mending sekalian berwisata yang jauh sekalian. Soalnya selain bisa menikmati liburan dengan puas tanpa terbebani waktu bisa menghemat tenaga. Ya walupun tidak menghemat biaya.

Beburu Tiket ke Jogja

tiket bis liburan singkat ke jogja
Tiket Bis Rosalia Indah via bismania.com

Tiket untuk berpergian ke Jogja sudah saya pesan jauh-jauh hari, karena kalau memesannya dadakan bakal kehabisan. Tau sendirilah jika musim liburan itu tiket cepat habis. Oh iya saya pergi ke Jogja kali ini dengan menggunakan bis Rosalia Indah. Alasannya simpel sih, apalagi kalau bukan biar hemat biaya. Salah satu pertimbangan lain naik bis juga biar bisa menikmati perjalanan sambil bertemu dengan orang banyak.

Tapi apalah daya, tiket yang sudah saya pesan terpaksa saya batalkan dan keberangkatan untuk liburan ke Jogja terancam batal. Karena ada acara yang sangat mendadak yang memaksa saya untuk harus ikut dan mau tak mau saya harus membatalkan tiket itu.

Setelah sempat dibuat dilema mau pergi ke Jogja atau tidak, karena memang tiket bis pun sudah tidak ada lagi. Saya sudah merencanakan untuk planing lain jika gagal ke Yogjakarta. Jika emang nggak jadi ke Jogja saya berencana akan ikut teman saya yang di Jambi untuk mendaki atap tertinggi di Sumatra yaitu Gunung Kerinci.

Berhubung waktu saya menghubungi teman saya gak ada respon dan waktu liburan sudah berjalan 3 hari. Akhirnya dengan mantap hati saya putuskan untuk tetap pergi ke Jogja, mbuh piye carane.

Saya mencoba melobi tiket Bis Rosalia Indah untuk menanyakan masih tersedia atau tidak tiket untuk ke Jogja, dan jawabannya pun nihil, tiket ke Jogja sudah tidak ada lagi. Baru ada lagi sekitar dua minggu lagi, yah itu sih jatah liburan sudah habis kalau tanggal segitu.

Tak pendek akal, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan Solo. Tidak apalah turunnya di Solo nanti dari Solo lanjut naik bis atau kereta paling cuma habis 10 ribuan. Dan alhamdulillah saya dapet tiketnya. Walaupun duduknya agak dibelakang, tapi tak apalah yang penting bisa liburan ke Jogja, ketimbang mbusuk aja dikamar tanpa liburan.

Akhirnya Berangkat Juga,

bis liburan singkat ke Jogja
Bis Rosalia Indah via tipswisata.com

Pagi itu jam 10 saya siap berangkat ke pool-nya Rosalia Indah yang ada di Tanjung Enim untuk perisapan berangkat menuju Solo. Tepat jam 12 saya berangkat, karena mobil yang saya naiki masih ada perbaikan. Bosen sih selama 2 jam menunggu bis buat berangkat. Tapi tak apalah yang penting itu tadi, liburannya jadi.

Selama diperjalanan saya duduk bersebelahan dengan bapak-bapak yang hendak ke Solo juga. Tau sendirilah kalo gak diawali dengan obrolan terlebih dahulu bakal garing sepanjangan sebuah perjalanan ini. Akhirnya saya memberanikan diri untuk membuka obrolan dengan basa-basi busuk.

Ya paling yang umum untuk membuka obrolan di perjalanan itu, “mau Kemana, pak?”. Kalau gak diawali gini ya itu bakal diem-dieman sepanjangan, yang diem-diemannya itu kayak orang pacaran lagi berantem gara-gara salah memilih tempat makan, mungkin.

Prediksi awal, kemungkinan sampai di Solo maghrib. Tapi sekali lagi apalah daya mobilnya lelet bin lemot gak tau lah penyebabnya apa. baru kali ini soalnya ketemu bis Rosalia Indah yang jalanya indah lemah gemulai kayak gini, jauh dari bis-bis Rosalia Indah yang pernah saya naiki sebelum-sebelumnya yang jalannya sangar tapi tetep aman.

Belum lagi ditambah macet di daerah Jakarta dan di daerah Batang, sudah tambah lama lagi sampai Solonya. Tepat tengah malam kira-kira menuju jam 12 lah bis ini akhirnya mendarat di Solo. Saya pun turun di pool nya Rosalia Indah Solo, pertimbangan saya karena hari sudah malam dan bis-bis menuju Jogja pun udah jarang. Maksud saya agar bisa istirahat dulu disana sambil menunggu pagi.

Malam itu saya habiskan di pool Rosalia Indah Solo. Untuk mengusir kejenuhan disana, saya coba keluar untuk melihat sekitar. Akhirnya saya memilih untuk cangkrukan di sebuah angkringan, lumayan lah buat ganjel perut yang udah mulai konser di malam-malam gini. Di angkringan itu saya memesan sego kucing (nasi khas angkringan) plus kopi hitam. Setidaknya dua makanan itu lah yang mengawali untuk mengobati rindu saya terhadap kuliner Jogja.

liburan singkat ke jogja
Angkringan

Tidak terasa jalanan sudah mulai ramai oleh orang-orang yang mau beraktifitas ke pasar, ini menandakan bahwa pagi siap menjelang. Saya pun bergegas berjalan menuju stasiun Balapan Solo yang kebetulan tidak jauh dari pool Rosalia Indah yang saya singgahi semalam. Disana saya langsung memesan tiket kereta Prameks yang paling pagi. Tiketnya murah cuma 8 ribu, sudah sampai Jogja.

Sesampainya di Jogja ada dua orang yang saya hubungi, pertama adik saya, yang kedua teman seperjuangan semasa kuliah saya. Saya menghubungi adik saya untuk menjemput saya di Stasiun Lempuyangan dan sekalian mengantarkan saya ke Kos temen saya yang kebetulan gak terlalu jauh dengan kosan adik saya.

Berhubung pagi itu temen saya tidak berada di kosnya dan saya pun bingung mau kemana, akhirnya saya pergi ke masjid UIN Sunan Kalijaga untuk bernostalgia sebentar dan sekaligus buat istirahat sambil nunggu temen saya balik ke kosnya. Jam 9 pagi teman saya mengabari saya kalau dia sudah di kos, saya pun langsung menuju kosannya untuk menaruh barang.

Berhubung waktu liburannya hanya singkat karena terpotong oleh perjalanan dan acara dadakan diatas tadi, Tanpa istirahat lagi saya langsung ambil handuk untuk mandi. Lalu persiapan capcus hunting tempat foto yang bagus bareng adik saya.

Berikut Tempat-tempat yang Saya Kunjungi Selama Liburan Singkat ke Jogja

1.Mencari yang Terbaik dari yang Terbalik di Upside Down World Jogja

Upside Down Jogja via jalaberita.com

Tempat ini yang menjadi list utama saya saat di Jogja, maklum zaman saya kuliah di Jogja tempat ini belum lahir. Namanya Upside Down World, sebuah tempat bagi anak kekinian yang menyajikan tempat berfoto dengan sensasi yang berbeda yaitu propertinya dibuat terbalik jadi seakan-akan kita berfoto di dunia yang terbalik gitu.

Pagi itu saya dengan adik saya langsung mencari lokasi ini. Bermodalkan bertanya kepada mbah Gugel dan GPS akhirnya kami menemukan tempat ini. Betapa terkejutnya kami ketika sampai disitu, ternyata pengunjungnya banyak banget padahal tempat itu sendiri belum dibuka, dan baru di buka pukul 10.00. berhubung sudah disitu dan nanggung untuk pulang lagi karena udah relain jauh-jauh buat kesitu ya terpaksa ngikut antri.

Dengan perjuangan yang luar biasa akhirnya saya dan adik saya berhasil masuk ke tempat itu. Untuk tiketnya sendiri bagi saya masih tergolong lumayan mahal sih yaitu 80 ribu. Tapi tak apalah uang bisa dicari yang penting kebutuhan rohani harus lah terpenuhi.

liburan singkat ke jogja
Upside Down Word Jogja

 

Di Upside Down World sendiri setidaknya ada 12 spot untuk di jadikan tempat bernarsis-narsis ria. Mulai dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, hingga burjo pun ada (sebutan warung makan 24 jam). Cuma kendalanya ya itu, kita harus antri dengan yang lain. Tapi jangan khawatir disana karywannya baik-baik, jadi kita bisa minta tolong sama mbak-mbak dan mas-mas karyawan disitu untuk fotoin kita sekalian minta dikasih tau pose yang pas yang bagaimana.

2. Menelusuri Pantai Kukup dan Pantai Sepanjang

liburan singkat ke jogja
pantai kukup via wisataterbaru.com

Di hari esoknya untuk melengkapi liburan singkat ke Jogja, saya menghubungi teman-teman seperjuangan saya ketika masa-masa KKN. Cuma yang bersedia datang hanya 2 dua orang. Tapi tak jadi masalah, kita janjian dan bertemu disebuah tempat makan disekitar XT Square untuk sekedar melepas kangen sekaligus bernostalgila ketika masa-masa KKN.

Terlintas dibenak saya untuk mengajak mereka camping ceria di pantai. Berhubung mereka memiliki kesibukan masing-masing. Akhirnya kami sepakat hanya bermain di Pantai saja tanpa camping. Tak lupa saya  mengajak adik saya sekalian buat juru foto kami.

liburan singkat ke jogja
bertiga

Pantai yang kami kunjungi ialah Pantai Kukup dan Pantai Sepanjang. Karena cuma pantai ini yang paling dekat. Ada sih pantai yang lebih dekat seperti pantai Parangtritis. Tapi tujuan kami adalah mengunjungi pantai di daerah Gunung Kidul, dan yang paling dekat ya dua pantai tadi.

Pantai Kukup, Sebenarnya pantainya biasa saja, mungkin sudah terlalu ramai pengunjung jadinya saya bisa berkomentar seperti itu. Tapi bagi saya bukan tempat yang menjadi indikator kesenangan saat jalan-jalan, yang utama bagi saya dengan siapa kita jalan-jalan.

liburan singkat ke jogja
pantai sepanjang

Setelah puas berfoto-foto disana kami melanjutkan perjalanan ke pantai yang tidak jauh dari pantai Kukup, yaitu Pantai Sepanjang. Ya paling berjarak 2 km dari pantai Kukup. Di Pantai Sepanjang ini juga sebenernya gak jauh beda dengan Pantai Kukup. Disana kami beristirahat sambil meminum es degan, mungkin seperti yang dikatakan banyak orang “santai kayak di pantai”.

bersambung ke Kembali ke Jogja dengan Status yang Berbeda (bagian kedua)

2 thoughts on “Kembali ke Jogja dengan Status yang Berbeda (bagian pertama)

Leave a Comment