Doamainesia Mengembalikanku ke Zona Nyaman yang Sempat Terlupakan

Jujur, awal mula kenal blog itu yaitu pas masa-masa awal jaman jahiliyah saya kuliah kalau ngga salah itu di tahun 2011.

Awalnya sih cuma tugas kuliah, jadi waktu itu ada materi yang mana setiap mahasiswa itu wajib punya blog untuk bisa merdeka dari mata kuliah tersebut. Ya mau gak mau dong harus nyemplung di per-blog-an dan harus membuat website sendiri.

Blog Itu Tempat Dimana Pergoblokan Itu Harus ‘Diblok’

pixabay.com

Dari situlah, dari awal yang kuper sekali dengan Apa itu blog, akhirnya saya merasa dibuat candu untuk posting kegalauan di blog ‘unfaedah’ saya itu.

Ya walaupun isinya itu bukan murni tulisan saya, mayoritas sih isinya comot sana comot sini. Dulu tujuannya hanya sebagai pelampiasan pribadi saja.

Karena isi blog saya itu isinya tentang seputar kegalauan akan permasalahan yang cukup meresahkan pikiran.

Sampai akhirnya dimana tugas kuliah mulai parah dan aktivitas-aktivitas lain di luar kuliah semakin menjarah, sehingga blog ini pun terlantar bak punggung jomblo yang lama tak ada yang bersandar.

Tapi, Satu yang saya suka dari dunia blog ini ialah karena blog itu bisa sebagai buku diary pribadi, apalagi kalo isinya itu bisa menjadi tempat berbagi ‘energi’.

Kalau berbicara pengunjung, blog saya ini gak ada sama sekali yang berkunjung, ya mungkin ada lah satu atau dua orang yang mengunjunginya mungkin mereka pas itu lagi khilaf mengunjungi blog saya 😀

Welcome Back My Passion

 

Setelah vakum yang cukup lama dari dunia per-blog-an ini, tepat di awal tahun 2017 ini saya kembali lagi ke dunia Internet.

Mulanya sih gak sengaja, jadi waktu kebetulan pas buka Facebook saya melihat ada sebuah penerimaan sebuah pesantren.

Tapi Pesantren ini unik, yang selama ini kita tahu Pesantren adalah belajar agama. Tapi Pesantren ini diajarakan ilmu agama iya dan belajar dunia maya juga iya.

Singkat cerita, saya keterima di pesantren ini namanya Pesantren Sintesa. Dan disana saya mulai menggeluti lagi dunia per-blog-an.

Beda dulu dengan sekarang kalo dulu punya web masih pake yang gratisan sekarang menggunakan yang agak kerenan.

Saya masih ingat dulu awal mula saya membuat website berbayar, saya menggunakan domain dan hosting untuk pemula dari domainesia.

Sampai sekarang pun domain saya menggunakan domainesia (parararam.com) cuman untuk hosting saya menggunakan hosting lain.

Di sini saya ditempa habis-habisan, kami dididik untuk menjadi seorang blogger sekaligus publisher yang tetap mengedepankan akhlak.

Pernah suatu ketika kami mendapat tugas untuk menghancurkan keyword keyword negatif yang ada di Google. Maksudnya itu mengganti isi keyword negatif itu dengan isi-isi yang positif.

Sempet sih merajai halaman pertama Google. Cuma akhirnya tetap kalah juga sama konten-konten yang negatif itu. Ternyata mengalahkan keburukan itu gak semudah yang dibayangkan.

Ini nih yang Namanya Hobi Yang Dibayar

pixabay.com

Hingga Sekarang saya masih menggeluti dunia website, oh iya website saya ini isinya campur aduk, mengikuti suasana hati lah.

Tapi disini saya banyak belajar, dulu yang mulanya hanya sebagai pelepas penat dan penghibur kegalauan, tapi sekarang saya sadar banyak manfaat yang bisa di dapat dari sebuah website, mulai dari wawasan kita yang bertambah hingga menghasilkan uang pun bisa di dapat dari website ini.

Sebenarnya Hidup dengan aktivitas seperti ini (menghadap layar) dibilang penat ya penat, dibilang asyik ya sangat asyik.

Gimana gak asyik coba, kita kerjaannya Cuma duduk, nulis apa yang kita suka, posting terus dapet uang, asyik kan? Tentunya ada proses yang lebih untuk bisa kesitu.

Dari sini saya banyak mengambil pelajaran, salah satunya ialah nyari uang itu gampang asal tau ilmunya. Sampai sekarang alhamdulillah kebutuhan saya tercukupi dari website kecil ini.

Dan yang jelas saya gak perlu jadi karyawan untuk mendapatkan uang.

Terakhir saya tutup dengan qoute menarik dari Oprah Winfrey yang mungkin bisa jadi moodboster kita semua.

“Follow your passion, it will lead you to your purpose”

 

 

 

 

Leave a Comment