Tapis Lampung, Kain Tenun yang Cantik dan Mahal dari Sang Bumi Ruwa Jurai

TAPIS LAMPUNG – Indonesia sangat akan kaya sekali dengan kebudayaan, salah satunya adalah kain. Jika di Jawa ada batik, begitu juga dengan di Sumtra yang terdapat Songket, Tapis dan masih banyak lagi. Artikel di bawah ini akan menjelasakan tentang Kain Tapis Lampung, yang terkenal dengan keragaman motifnya. Simak yuk!

Jual Kain Tapis Handmade

Informasi Harga & Pemesanan Silahkan Hubungi:

0823-2499-3714 (via SMS/WhatsApp)

Selain Kain Tapis, kami juga menjual Jilbab Tapis dengan bahan yang sangat nyaman ketika dipakai. Sangat cocok dipakai pada acara-acara penting, seperti pernikahan, wisuda, dan lain sebagainya. Harganya pun cukup bersahabat dikantong anda semua yaitu Rp. 90.000,‘ per pcs untuk bahan saudia dan Rp. 115.000, untuk bahan satin (Premium). Ambil lebih dari 5 pcs ada  harga khusus dari kami. Buruan beli!!!

Jual Jilbab Tapis

jilbab tapis lampung

Pemesanan Silahkan Hubungi:

0823-2499-3714 (via SMS/WhatsApp)

*stok terbatas

Jual Clutch Tapis (Dompet)

Informasi Harga & Pemesanan Silahkan Hubungi:

0823-2499-3714 (via SMS/WhatsApp)

Pengertian Tapis

pengertian kain tapis lampung

Kupastuntas.co

Kain tapis adalah pakaian wanita dari suku Lampung yang bentuknya berupa kain sarung terbuat dari tenun benang kapas disertai motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistem sulam.

Dan dapat disimpulkan jika Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas serta menjadi pakaian khas suku Lampung.

Jenis tenun ini kebanyakan dipakai pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif, seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

Tapis Lampung masuk ke dalam kerajian tradisional karena peralatan yang dipakai untuk pembuatan kain dasar serta motif-motif hiasnya masih sederhana dan masih dikerjakan oleh pengerajin.

Pembuatan kain tapis ini dikerjakan oleh para wanita, baik itu ibu rumah tangga ataupun gadis-gadis (muli-muli) yang hanya mengisi waktu senggangnya dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral.

Kain Tapis sekarang dibuat oleh pengrajin dengan banyak motif hias yang sangat beragam, kemudian dijadikan sebagai barang komoditi yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Sejarah Kain Tapis Lampung

Sejarah Kain Tapis Lampung

http://harianlampung.com

Menurut Penuturan Van der Hoop (Sejarawan asal Belanda), masyarakat Lampung telah mengenal tenun Pelepai dan Nampan sejak abad ke-2 SM.

Tidak hanya itu, dijelasakan juga bahwa Tapis Lampung telah disebutkan dalam prasasti Raja Balitung (Abad ke-9 M) sebagai barang yang dijadikan untuk hadiah.

Dari sini dapat diambil kesimpulan jika kain Tapis sudah ada dan merupakan barang yang mahal. Karena pada dasarnya barang yang dijadikan sebagai hadiah adalah barang-barang yang memiliki nilai tertentu.

Penggunaan benang emas pada budaya tenun di Indonesia merupakan hasil dari kebudayaan bangsa China yang pada saat itu berdagang di Nusantara sekaligus sebagai penemu benang emas sejak Masa Sebelum Masehi.

Menurut sejarah juga bahwa Bangsa Lampung sudah melakukan kontak dagang dengan Bangsa China sejak Abad ke-5 M silam, Dimulai ketika Kerajaan P’o-Huang (dieja “Bawang” yang berarti Rawa dalam Bahasa Lampung) mengirimkan utusannya ke Negeri China pada Tahun 449 M.

Pemakaian benang emas dan kapas pada tradisi tenun Lampung merupakan kelanjutan dari teradisi menenun sejak jaman Perunggu atau Perundagian (antara 3000 – 1500 SM).

Ini bisa dilihat dari banyaknya ragam motif dari kain-kain tapis kuno, kain inuh dan kain bidak yang dipengaruhi budaya Neolitikum, seperti: pucuk rebung, meander, manusia, pohon hayat, sulur, binatang dan lain sebagainya. Motif ini juga terdapat pada nekara dan bejana perunggu serta pecahan-pecahan gerabah Neolitikum.

Pada saat belum mengenal kapas dari bangsa China dan India, masyarakat Lampung seperti masyarakat zaman dahulu kebanyakan lainnya di dunia yaitu memanfaatkan kulit kayu (kulit kayu halim dantangkil), serat pisang, serat pandan, dan lain sebgainya untuk dipintal menjadi benang dan dijadikan sebagai bahan dasar kain tenun.

Penggunaan benang emas, benang perak dan kaca sendiri bagi masyarakat Lampung merupakan kelanjutan dari tradisi prasejarah, yang mana pada masa itu masyarakat Lampung masih menghiasi kain tenun mereka dengan cara menempelkan atau menyulam benda-benda yang dianggap bernilai atau mempunyai kekuatan magis seperti manik-manik, kepingan logam (perunggu), kulit kerang, taupun sulaman benang (serat-serat berwarna terang).

Tentunya ini dijadikan sebagai status sosial di masyarakat pada masa itu, dimana semakin banyak ragam hias pada pakaian atau kain tenun itu, maka semakin tinggi juga status sosialnya.

Sisa-sisa tradisi ini pun masih bisa kita jumpai pada kain tapis kuno, kain inuh, kain bidak, ataupun pada tradisi manik-manik Lampung seperti pada lakkai (wadah seserahan) serta peleppai manik-manik pada benda-benda peniggalan budaya lainnya.

Pada sekarang ini, dari berbagai jenis kain tapis motif yang dahulu sempat ada, saat ini yang tersisa dan dikenal serta di produksi tidak lebih dari tiga puluh motif dan jenis saja.

Bahkan ada diantaranya yang kini terancam hilang dan nyaris punah. Hal ini tidak lain disebabkan karena rumitnya pembuatannya serta lamanya waktu proses pembuatan yang dibutuhkan untuk memproduksi satu jenis kain. Mengingat jenis kain ini tidak dapat diproduksi dengan mesin.

Kemudian juga kurangnya kepedulian masyarakat terhadap tapis-tapis kuno, dan juga tidak lepas dari perburuan besar-besaran terhadap kain-kain langka oleh orang-orang asing.

Jenis Tapis Lampung menurut Pemakai

Jenis Tapis Lampung

http://kratonpedia.com

Tapis Jung Sarat
Jenis Tapis ini dipakai pada upacara perkawinan adat oleh pengantin wanita. Bisa juga dipakai oleh kelompok isteri kerabat yang lebih tua yang menghadiri upacara mengambil gelar, pengantin serta muli cangget (gadis penari) pada upacara adat.

Tapis Raja Tunggal
Dipakai oleh isteri kerabat paling tua (tuho penyimbang) pada upacara perkawinan adat, pengambilan gelar pangeran dan sutan. Di daerah Abung Lampung Utara dipakai oleh gadis-gadis untuk menghadiri upacara adat.

Tapis Raja Medal
Dipakai oleh kelompok isteri kerabat paling tua (tuho penyimbang) dalam upacara adat seperti : mengawinkan anak, pengambilan gelar pangeran dan sutan. Di daerah Abung Lampung Utara tapis ini digunakan oleh pengantin wanita pada upacara perkawinan adat.

Tapis Laut Andak
Dipakai oleh muli cangget (gadis penari) pada acara adat cangget. Dipakai juga oleh Anak Benulung (isteri adik) sebagai pengiring pada upacara pengambilan gelar sutan serta dipakai juga oleh menantu perempuan pada acara pengambilan gelar sutan.

Tapis Balak
Dipakai oleh kelompok adik perempuan dan kelompok isteri anak seorang yang sedang mengambil gelar pangeran pada upacara pengambilan gelar atau pada upacara mengawinkan anak. Tapis ini dapat juga dipakai oleh muli cangget (gadis penari) pada upacara adat.

Tapis Silung
Dipakai oleh kelompok orang tua yang tergolong kerabat dekat pada upacara adat seperti mengawinkan anak, pengambilan gelar, khitanan dan lain-lain. Dapat juga dipakai pada saat pengarakan pengantin.

Tapis Laut Linau
Dipakai oleh kerabat isteri yang tergolong kerabat jauh dalam menghadiri upacara adat. Dipakai juga oleh para gadis pengiring pengantin pada upacara turun mandi pengantin dan mengambil gelar pangeran serta dikenakan pula oleh gadis penari (muli cangget).

Tapis Pucuk Rebung
Tapis ini dipakai oleh kelompok ibu-ibu/para isteri untuk menghadiri upacara adat. Di daerah Menggala tapis ini disebut juga tapis balak, dipakai oleh wanita pada saat menghadiri upacara adat.

Tapis Cucuk Andak
Dipakai oleh kelompok isteri keluarga penyimbang (kepala adat/suku) yang sudah bergelar sutan dalam menghadiri upacara perkawinan, pengambilan gelar adat.

Di daerah Lampung Utara tapis ini dipakai oleh pengantin wanita dalam upacara perkawinan adat.
Di daerah Abung Lampung Utara tapis ini dipakai oleh ibu-ibu pengiring pengantin pada upacara adat perkawinan.

Tapis Limar Sekebar
Tapis ini dipakai oleh kelompok isteri dalam menghadiri pesta adat serta dipakai juga oleh gadis pengiring pengantin dalam upacara adat.

Tapis Cucuk Pinggir
Dipakai oleh kelompok isteri dalam menghadiri pesta adat dan dipakai juga oleh gadis pengiring pengantin pada upacara perkawinan adat.

Tapis Tuho
Tapis ini dipakai oleh seorang isteri yang suaminya sedang mengambil gelar sutan. Dipakai juga oleh kelompok orang tua (mepahao) yang sedang mengambil gelar sutan serta dipakai pula oleh isteri sutan dalam menghadiri upacara pengambilan gelar kerabatnya yang dekat.

Tapis Agheng/Areng
Dipakai oleh kelompok isteri yang sudah mendapat gelar sutan (suaminya) pada upacara pengarakan naik pepadun/pengambilan gelar dan dipakai pula oleh pengantin sebagai pakaian sehari-hari. Tapis Inuh
Kain tapis ini umumnya dipakai pada saat menghadiri upacara-upacara adat. Tapis ini berasal dari daerah Krui, Lampung Barat.

Tapis Dewosano
Di daerah Menggala dan Kota Bumi, kain tapis ini dipakai oleh pengantin wanita pada saat menghadiri upacara adat.

Tapis Kaca
Tapis ini dipakai oleh wanita-wanita dalam menghadiri upacara adat. Bisa juga dipakai oleh wanita pengiring pengantin pada upacara adat. Tapis ini di daerah Pardasuka Lampung Selatan dipakai oleh laki-laki pada saat upacara adat.

Tapis Bintang
Tapis Bintang ini dipakai oleh pengantin wanita pada saat upacara adat.

Tapis Bidak Cukkil
Model kain Tapis ini dipakai oleh laki-laki pada saat menghadiri upacara-upacara adat.

Tapis Bintang Perak
Tapis ini dapat dipakai pada upacara-upacara adat dan berasal dari daerah Menggala, Lampung Utara.

Perawatan Kain Tapis Lampung

Perawatan Tapis Lampung

tribunnews.com

Kain Tapis Lampung harus dirawat dengan hati-hati. Kain Tapis khas Lampung tidak bisa terkena panas atau disimpan di ruangan yang sembarangan.

Berikut ini tips dan cara merawat kain Tapis Lampung agar kualitasnya tetap terjaga:

Cara Pencucian

Agar kain Tapis tidak mudah rusak, sebaiknya tidak mencucinya. Tapi, kalau memang harus mencuci kain khas Lampung ini, maka disarankan untuk menggunakan pelembut saja, dan pencuciannya cukup dilakukan dengan dibilas, lalu diangin-anginkan. Jangan di-laundry, di-dry cleaned, dan dijemur di bawah sinar matahari secara langsung.

Cara Penyimpanan

Sebaiknya, setelah dipakai, angin-anginkan kain Tapis sebelum disimpan. Dalam menyimpannya, jangan lipat Kain Tapis Lampung jangan agar sulaman tidak rusak.

Cukup gulung Kain seperti karpet memakai paralon atau karton, yang sudah dilapisi kertas roti atau kertas. Tidak dianjurkan mennggunakan kertas koran. Masukkan juga akar wangi agar kain tidak menjadi bau. Lalu bungkus kain Tapis yang sudah digulung tersebut dengan tabung kertas atau plastik.

Simpanlah kain tersebut ke dalam lemari dengan posisi mmiring atau berdiri. Berikan kamper atau ditaburkan sedikit cengkeh atau lada pada lemari supaya terlindung dari rayap, semut, dan ngengat.

Perawatan Bulanan

Setiap sebulan sekali, keluarkan kain Tapis dari penyimpanan, lalu anginkan-anginkan kalau kain Tenun Tradisional Khas Lampung tersebut sudah lama tidak digunakan.

Kelebihan kain Tapis Lampung ini?

Mengapa Anda harus memilih kain tapis Lampung ini?

tribunnews.com

1. Kain tapis merupakan kain tenun etnik Lampung. Kekhasan etnik Lampung inilah yang menjadikan kain tapis memiliki corak, motif, dan pernak-pernik khusus yang tidak akan Anda temui pada produk kerajinan kain lainnya.

2. Kain tapis dibuat dengan mempertahankan cara pembuatan tradisional, sehingga kain tapis dibuat dengan tingkat ketelitian tinggi. Metode ini akan menghasilkan produk kain tapis yang sangat rapi dan awet hingga bertahun-tahun.

3. Sebagai hasil kebudayaan nasional, maka sudah seharusnya kita turut melestarikan dan memperkenalkan keberadaan tapis di Indonesia maupun dunia. Oleh karenanya, memiliki tapis sudah seharusnya menjadi sebuah kebanggaan dan penghargaan terhadap hasil karya adiluhung warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

4. Motif kain tapis dikenal sangat indah karena dibuat dengan metode sulaman tangan. Motifnya pun dirangkai dari benang emas atau perak dengan kualitas terbaik. Perpaduan metode sulaman tangan dan bahan benang emas menjadikan motif tapis sebagai salah satu produk kerajinan yang terumit untuk dibuat. Namun kerumitan itu sepadan dengan hasil motif yang terlihat sangat indah, unik, mewah, dan elegan.

5. Karena motif tapis dibuat dengan tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, maka produk ini hanya bisa diproduksi dengan sentuhan pengrajin profesional dan hampir mustahil untuk diduplikasi (ditiru) massal dengan pembuatan mesin. Maka tidak heran jika tapis memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan menjadikan kain tapis memberi kesan prestise tersendiri bagi orang yang mengoleksinya.

6. Corak kain tenun tapis yang memiliki aneka warna dan perpaduan motif tapis dari sulaman benang emas akan semakin memperindah suasana dalam ruangan Anda.

7. Untuk menghasilkan sebuah kain tapis dengan motif dari benang emas yang dibuat dengan sulam tangan, setidaknya dibutuhkan waktu sedikitnya 2 bulan. Kain tapis merupakan salah satu produk yang sulit untuk diproduksi massal, karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal ini membuktikan bahwa untuk memproduksi kerajinan tapis membutuhkan komitmen, ketekunan, kesabaran, dan ketelitian. Oleh karenanya, sudah menjadi jaminan bahwa setiap kain tapis yang Anda peroleh merupakan produk tapis dengan kualitas dan keindahan yang terbaik.

Kaligrafi Tapis Lampung

Kaligrafi Tapis Ayat Kursi

Kaligrafi Tapis Lampung

Minat? Hub. 0823-2499-3714

Kaligrafi Tapis Surat Al-Fatihah

Kaligrafi Tapis Lampung

Kaligrafi Tapis Asmaul Husna

Kaligrafi Tapis Lampung

Jika anda Tertarik untuk memiliki dan memesan Kaligrafi Tapis Lampung di atas ataupun ingin bertanya tentang Kaligrafi diatas, Anda dapat menghubungi 0823-2499-3714 (via SMS/WhatsApp)

Itulah tadi penjelasan singkat tentang kain tapis Lampung, semoga dapat menambah wawasan pembaca dalam hal warisan kebudayaan. Jangan lupa shere kepada yang lain ya. Terimakasih.

 

 

One Response

  1. Evrinasp

Leave a Reply