Teruntuk Kalian yang Lebih dari Sekedar Kawan

Kawan, walaupun kita berjumpa dalam ketidaksengajaan dan penuh ke absurd-an. Aku tidak menyadari, dan memang sengaja tidak mau peduli kapan awal kita bisa seperti ini dan bisa berjalan salama ini.

Lucunya, Kita selalu menampilkan peran yang beda ketika kembali dalam lingkaran yang memang tidak serupa dengan frekuensi kita. Tapi sejatinya, dibalik itu semua kita tetaplah orang yang sama seperti dulu sebelum kita belum berjumpa.

Seperti layaknya perjumpaan, pasti akan ada yang namanya perpisahan. Satu persatu pasti akan terbang untuk mengajar cita yang ada, hingga cinta yang memang sudah saatnya. Melanjutkan menuntut ilmu, meniti karir yang dituju, atau menikah.

pixabay.com

Karena kita semua menganggap kita adalah orang yang sudah dewasa, itu semua adalah pilihan yang harus kita ambil agar tidak menjadi manusia yang itu-itu aja. Tidak terkecuali dengan aku.

Kini saatnya giliran aku terpisah untuk puluhan bahakan ratusan mil jauhnya. Karena memang ini saatnya aku mengejar cita yang sempat tertunda. Tapi satu hal yang pasti, jarak ini tidak akan memutuskan silahturahmi diantara kita.

Kita telah mengukir banyak kenangan dalam setiap perjalanan yang singkat ini yang bagiku terasa sangat akrab. Dan memang semuanya pantas untuk diingat.

Kawan, Dengan Kalian Aku bisa belajar, mengamalkan ilmu, tertawa, hingga letih bersama dalam sebuah lingkaran dakwah yang memang tidak mudah.

pixabay.com

Betapa sombongnya aku pada waktu itu yang tidak mau mendengarkan saran dari orang tua dari dulu-dulu. sampai pada akhirnya aku sadar betapa pentingnya birrulwalidain dan menuruti semua apa yang sekiranya baik buat diriku.

Aku sangat bersyukur kepada Iliahi Rabbi karena dapat dipertemukan dengan kalian-kalian di tempat yang penuh dengan ladang pahala. Aku awalnya hanyalah orang yang cuek bahkan terkesan apatis terhadap segala sesuatu yang ada.

Untuk tanah kelahiranku sendiri saja aku tidak peduli. Sampai akhirnya aku dipertemukan satu persatu dengan kalian. Kalian menyadarkanku untuk menjadi orang yang cinta terhadap sekitar.

Mengajarkanku tentang bagaimana cara menyampaikan ilmu kepada semua orang secara mendalam. Tentunya dengan cara-cara yang unik dari diri kalian.

Masih teringat jelas, betapa riewuh-nya kita di waktu-waktu pertengahan semester dan akhir semester. Kita disibukan untuk persiapan segalanya. Bahkan sepertinya memang dibebankan ke kita semua.

Kita saling sibuk dengan amanah-amanah kita, tidak jarang dari kita ada rasa kesal ketika yang lain menganggu kefokusan kita. Kita berlomba dengan waktu karena memang hobi kita adalah melakukan sesuatu mendekati hari H.

Sampai akhirnya tugas demi tugas dapat kita kerjakan dengan tuntas. Banyak orang yang hanya memuji hasil akhirnya tanpa harus tau gimana proses di balik layarnya.

Tapi semua itu kita lakukan dengan rasa senang dan candaan walau kadang dibumbui dengan beban. Terkadang aku berfikir Adakah yang lebih indah dari itu?

Kawan, ketika ada yang galau akan masalah pribadi. Tanpa diminta kita selalu mengintrogasi jika ada yang terlihat kurang berekspresi.

pixabay.com

Terkadang ada yang berbeda dari kita ketika kumpul bersama. Dan dapat dipastikan itu jika tak lagi bahagia pasti lagi memiliki masalah.

Karena kita memang memiliki kehidupan pribadi sendiri yang tidak selalu ada kita dalam cerita itu. Jadi wajar jika terkadang kita dibuat gundah dengan hidup kita sendiri.

Tapi adanya kita yang seperti wartawan yang selalu mengintrogasi, membuat kita bisa berbagi cerita untuk dicari solusinya bersama.

Walau kebanyakan tidak menemukan solusi sih, setidaknya dapat membuat senyuman yang sempat hilang menjadi kembali hidup. Tentunya dengan kemampuan ‘aneh’ kalian.

Kita hadir untuk saling menguatkan agar tidak terlarut dalam sebuah persoalan. Jika dari kita memiliki persoalan, pasti dari kita ada yang mengatakan “santai Rencana Allah lebih indah kok, dan semua akan Parararam pada waktunya”. Sepertinya itu sudah menjadi jargon khas kita.

Kawan. Kenanglah, jika kita pernah masak pizza sandal, terpeleset dalam pendakian bahkan hampir tenggelam dalam sebuah piknik dadakan. Setiap kejadian itu bakal sulit terlupakan.

pixabay.com

Dulu hampir setiap pekan kita meluangkan waktu, melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mengusir kejenuhan. Mulai dari wisata kuliner bersama, walau hanya sebatas bakso dan mie ayam.

Bahkan kita pernah melakukan percobaan dalam membuat makanan, ya waktu itu kita mencoba buat pizza yang hasilnya malah keras seperti sandal. Tapi itu semua malah menjadi bahan tertawaan bersama dan tetap habis juga itu pizza.

Pernah juga diantara kita ada yang terpeleset ketika turun dari pendakian, dan juga ketika kita berwisata ke air terjun malah diantara ada yang hampir tenggelam.

Tapi apa, sekali lagi semua itu malah jadi bahan tertawaan bersama karena ke ‘keanehan’ kita semua. Semua kebersamaan serta canda tawa itu tidak dapat ditukar dengan apapun.

Kawan, jika kita masih ditakdirkan untuk berjumpa lagi, semoga kita bisa melakukan lagi apa yang dulu pernah kita lakukan, walupun aku yakin bakal banyak yang berubah dan tidak bakal segila yang dulu.

Tapi setidaknya kita bisa saling melihat senyum yang sama seperti dulu saat kita bersama.

Kawan, Terima kasih karena telah banyak memberikan sesuatu yang tak ternilai dengan apapun. Kalian telah berhasil menjadikanku seorang yang belajar apa artinya ikhlas.

pixabay.com

Sekarang aku paham kalau hidup itu tak sekedar mencari aman. Aku akui jika aku adalah orang yang terlalu senang berlamaan dengan zona nyaman.

Karena kalian, aku sekarang memahami apa yang seharusnya aku lakukan. Kalian mengajarkan kepadaku bahwa untuk menjadi orang yang selangkah maju kedepan, haruslah berani meninggalkan zona ternyaman.

Terimakasih telah mengajarkan, karena kalian telah berhasil menjadikan diri ini menjadi seorang yang berani dalam mengambil setiap keputusan.

Kalian juga mengajarkanku agar harus menjadi orang yang tidak gampang bosanan. Selama ini, aku hanyalah seseorang yang penakut jika berhadapan dengan orang banyak.

Bahkan terkesan selalu menghindar dari masalah. kalian juga memaksaku untuk menjadi penentu segala keputusan yang bahkan aku saja tidak tau. Tapi kalian memaksaku untuk berani. Terimakasih kawan.

Kalian hebat, memaksaku kembali tidak berjarak dengan Tuhan. Bagiku itu sesuatu yang luar biasa.

kawan, teman lama, sahabat

pixabay.com

Aku dan Tuhan lebih dekat kembali karena kalian. Sebelumnya, Aku mengalami masa dimana aku terasa jauh dengan Tuhan, bahkan terkesan ala kadarnya jika berurusan dengan hal-hal yang berbau agama.

Beruntung aku bisa kembali ke lingkungan yang bisa membawaku kembali menuju ke masa dimana aku pernah rajin-rajinnya menjalannkan sunah-Nya. Adanya kalian mengajarkanku, jika hidup akan terasa nikmat jika Tuhan diikut sertakan dalam segala urusan.

Tanpa banyak memberikan wejangan ini dan itu, ternyata kalian lebih dulu mencontohkan daripada meyampaikan langsung. Ini yang akhirnya membuat saya malu terhadap diri sendiri, karena harusnya saya yang seperti itu, tapi faktanya saya yang harus diberi contoh.

Kawan, sekarang aku telah berada di tempat yang mungkin bisa dikatakan jauh, walaupun masih dalam tempat yang masih satu bahasa. Sekarang baru aku baru tersadar, semua bukan sebuah ketidaksengajaan, Tuhan sengaja mengirim kalian agar dapat merubah sesuatu negatif menuju positif.

Kawan, tepalah menjadi baik dan selalu jaga senyum yang seperti kalian selalu perlihatkan. Doaku, semoga kalian selalu sehat dan bahagia menjalani skenario Tuhan selanjutnya. Semoga takdir mempertemukan kembali kita semua dengan senyuman yang sama.

kawan, teman lama, sahabat

pixabay.com

Leave a Reply