Pengertian dan Dampak Pemanasan Global Beserta Gambarnya

Pemanasan Global – Pernah mendengar istilah global warming tidak? Pasti pernah dong mendengar istilah itu. Pemanasan global atau sering juga disebut dengan Global warming adalah peristiwa dimana bumi yang kita tinggali ini menjadi semakin terasa tidak nyaman untuk di huni. Kenapa tidak nyaman, Ini semua dikarenakan suhu panas di bumi yang semakin hari semakin meningkat.

Pemanasan global (global warming) yang terjadi sekarang ini ditandai dengan makin banyaknya bencana-bencana yang terjadi di Bumi kita ini. Contohnya saja, seringnya Hujan lebat yang pada akhirnya mengakibatkan banjir dan masih banyak lagi contoh-contoh bencana lain. Hal yang seperti inilah yang ditakutkan bagi kita umat manusia yang hidup di seluruh penjuru dunia.

Simpelnya Pemanasan global (global warming) ini ditandai dengan Peningkatan suhu pada bumi. Yang mana dampaknya sangat bahaya untuk kelangsungan kehidupan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini, termasuk kehidupan kita sebagai manusia. Sadar atau tidak sadar, Secara tidak langsung dampak dari Pemanasan global (global warming) ini sudah dapat terlihat dan kita rasakan.

Misalnya saja seperti musim atau cuaca yang susah untuk di prediksi. Sekarang ini kadang ketika musim kemarau sering terjadi hujan dan sebaliknya ketika waktunya musim hujan malah hujannya tidak pernah turun-turun. Semuanya sudah sulit untuk di prediksi Padahal dulu-dulu kita dapat dengan gampangnya memprediksi musim hujan ataupun kemarau.

Itu tadi penjelasan singkat tentang gambaran Pemanasan global (global warming). Berikut ini penjelasan secara mendetail tentang global warming. Mulai dari pengertian, penyebab-penyebabnya, dampaknya hingga cara mengatasi pemanasan global.

Pengertian Pemanasan Global (Global Warming)

Berikut ini Pengertian Global Warming Menurut para ahli dan Lembaga-lembaga Dunia

1. Pemanasan Global menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat Menjelaskan bahwa pemanasan global  adalah meningkatnya suhu rata-rata yang terjadi pada permukaan bumi, baik yang sudah berlalu ataupun yang terjadi pada sekarang ini. Kebanyakan peristiwa global warming ini dipengaruhi dengan adanya peristiwa efek rumah kaca pada atmosfer sehingga menyebabkan terjadinya perubahan iklim.

2. Pemanasan Global menurut para Ahli di Asosiasi Energi New Mexico, Amerika Serikat

Para Ahli di Asosiasi Energi New Mexico memaparkan bahwa pemanasan global adalah peristiwa meningkatnya suhu atau temperatur rata-rata pada permukaan bumi sebagai imbas dari efek rumah kaca. Efek rumah kaca itu sendiri merupakan perangkap panas dalam yang ada dibumi yang terbentuk dari obstruksi gas emisi. Seperti karbon dioksida pada atmosfer akibat dari emisi dari kendaraan bermotor, polusi udara dari pabrik atau industri Pabrik ataupun dari kebakaran hutan.

3. Pemanasan Global menurut Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam (Natural Resources Defense Council)

Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam mnegtakan bahwa pemanasan global merupakan kondisi dimana dunia kita saat ini pada posisi krisis lingkungan dan krisi kemanusiaan. Atmosfer di bumi menjadi sangat panas karena terperangkapnya gas karbon dioksida. Yang mana gas tersebut dapat mengancam perubahan iklim serta dapat menyebabkan bencana di permukaan bumi.

NRDC juga memberikan himbauan kepada semua orang yang ada di bumi ini untuk bertindak melawan pemanasan global (global warming), sehingga dampak-dampak yang buruk dapat sedikit berkurang untuk keberlangsungan kehidupan manusia.

4. Pemanasan Global menurut National Wildlife Federation

National Wildlife Federation Menjelaskan bahwa pemanasan global adalah peristiwa dimana bumi itu semakin hari semakin panas, semakin seringnya terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir, badai yang lebih intens serta kekeringan yang berkepanjangan. Peristiwa ini merupakan dampak yang begitu nyata yang sebagai akibat dari pemanasan global di bumi. Pemanasan global juga mengubah lanskap kehidupan di bumi dan banyak mematikan spesies.

Dari penjelasan para ahli diatas, secara garis besar Pemanasan Global adalah suatu peristiwa dimana suhu yang terjadi di permukaan bumi ini mengalami peningkatan (di atas rata-rata) yang mana itu semua disebabkan oleh obstruksi emisi, seperti : gas karbondioksida, gas metana, gas dinitrooksida, gas hidrofluorokarbon, sulfur heksafluorida, dan perfluorokarbon pada atmosfer bumi kita.

Untuk diketahui bersama bahwa selama seratus tahun terakhir, suhu rata-rata global pada permukaan bumi kita ini mengalami peningkatan 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) . Peningkatan suhu ini dapat merubah iklim sehingga dapat mengakibatkan perubahan pada pola cuaca, seperti hujan, badai, angin, dan kemungkinan terburuknya ialah terjadinya bencana alam yang dapat menimbulkan korban jiwa yang banyak.

Global warming atau Pemanasan global ini sudah menjadi salah satu isu lingkungan yang amat penting dan menjadi perhatian utama oleh semua orang yang ada di dunia pada saat ini. Karna Pemanasan global menyangkut hajat hidup orang banyak di Bumi ini.

Secara umum Peningkatan suhu yang terjadi di permukaan bumi ini dihasilkan dari adanya radiasi sinar matahari yang menuju atmosfer bumi. Yang mana nantinya sebagian dari sinar matahari ini akan berubah menjadi energi panas yang berbentuk sinar infra merah. Sinar ini lah yang akan diserap oleh udara dan permukaan bumi.

Sebagian sinar ini juga akan dipantulkan kembali ke atmosfer bumi serta ditangkap oleh gas-gas rumah kaca seperti gas yang berupa karbondioksida, metana, ataupun gas nitrogen dioksida.Penyebab adanya gas-gas tersebut kebanyakan disebabkan oleh kegiatan atau aktifitas manusia itu sendiri.

Penyebab Pemanasan Global

kebanyakan penyebabTerjadinya global warming atau pemanasan global ini adalah dikarenakan oleh aktifitas manusia itu sendiri, yang sering sekali tidak bertanggung jawab. Serta kurangnya ilmu pengetahuan tentang global warming yang mengakibatkan pemanasan global ini terus mengalami peningkatan.

Terkait dengan penyebab pemanasan global, Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat. Salah satunya berpendapat bahwa pemanasan global pada permukaan bumi ini terjadi karena meningkatnya efek rumah kaca pada atmosfer yang merangkap panas.

Untuk lebih dalam lagi penjelasannya terkait dengan penyebab pemanasan global, berikut ini 15 penyebab pemanasan global (global warming)

1. Efek rumah kaca

Arti Efek rumah kaca adalah efek panas yang dipantulkan ke permukaan bumi yang terperangkap oleh gas-gas yang berada di lapisan atmosfer sehingga mengalami pemberhentian serta tidak bisa diteruskan kembali keluar angkasa. Dan akibatnya panas matahari tersebut akan dipantulakn kembali ke permukaan bumi.

Pada dasarnya efek rumah kaca memiliki manfaat untuk makhluk hidup di Bumi, dengan tidak adanya efek rumah kaca maka bumi ini bisa menjadi sangat dingin (untuk diketahui jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C), akan tetapi jika berlebihan justru malah berbahaya bagi kehidupan di Bumi karena akan dapat menyebabkan pemanasan global serta dapat mengganggu iklim.

Gas Metana dan gas karbon dioksida merupakan gas rumah kaca utama dalam atmosfer bumi. Gas inilah yang akan membentuk semacam dinding di atas atmosfer yang menyebabkan radiasi matahari untuk masuk, namun mencegah panas untuk dipancarkan kembali. Dalam beberapa dekade terakhir ini, konsentrasi gas rumah kaca telah mengalami peningkatan yang begitu tinggi sehingga menjadikan panas yang ada di atmosfer semakin besar juga.

2. Meningkatnya Gas Karbon Monoksida Dari Kendaraan Bermotor.

Pemanasan global sendiri pada dasarnya disebabkan dari aktivitas manusia sendiri. Semakin banyak penduduk yang ada di dunia ini serta populasi manusia terus bertambah, yang jelas jumlah kendaraan bermotor juga akan bertambah juga. Efek kendaraan bermotor begitu besar terhadap pemanasan global, karena apa? karena gas yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor itu merupakan gas karbon monoksida yang mana gas karbon monoksida tersebut akan mengakibatkan efek rumah kaca.

Selain dapat menyebabkan efek rumah kaca, karbon monoksida dalam konsentrasi yang tinggi dapat secara serius mempengaruhi metabolisme pernapasan pada manusia. Karbon monoksida memiliki afinitas terhadap hemoglobin pada darah (COHb) yang lebih tinggi daripada oksigen, oleh sebab itu dapat mengurangi fungsi kemampuan darah dalam membawa oksigen. Kekurangan oksigen dalam aliran darah serta jaringan tubuh akan berimbas pada penurunan kinerja tubuh yang pada akhirnya dapat menimbulkan kerusakan dalam organ-organ tubuh.

3. Polusi udara yang berasal dari industri pabrik

Di era sekarang ini pertumbuhan pabrik dan dunia industri semakin berkembang dan banyak. Akan tetapi pertumbuhan industri pabrik tersebut tidak terkontrol dengan baik serta tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Sehingga dapat menyebabkan kerugian untuk alam, misalnya saja asap yang dihasilkan dari pabrik industri tersebut, ini semua akan menyebabkan lingkungan tercemar dengan adanya polusi udara dan juga akan berdampak signifikan dalam terjadinya global warming.

Polusi udara hasil dari emisi gas-gas pabrik yang banyak dan tidak terkontrol selanjutnya juga akan mengakibatkan timbulnya penyakit-penyakit saluran pernapasan seperti asma, paru kronis, penyakit jantung, coccidioidomycosis, dan sebagainya.

Gas buang dari industri pabrik juga menjadi salah satu penyebab efek rumah kaca yang akan berpengaruh dengan kehidupan makhluk hidup, karena dapat menimbulkan polusi udara yang disebabkan oleh asap pabrik yang berlebihan, karena asap pabrik sendiri menghasilkan gas berupa gas karbon monoksida, karbondioksida serta gas metana.

4. Polusi Metana Pada Sektor Pertanian, Perkebunan, Dan Peternakan Yang Berlebihan

Metana merupakan salah satu gas yang mempengaruhi pemanasan global, Emisi gas metana sendiri berasal dari alam seperti lautan, lapisan es permanen, tanah-tanah yang gembur, serta berasal dari hewan dan aktivitas manusia.

Berdasarkan penelitian terkait, dikatakan bahwa 14,5 persen dari total emisi gas rumah kaca di dunia disebabakan oleh ternak terutama sapi. Live Science menyebutkan per tahun seekor sapi dapat menghasilkan gas metana 120 kg, domba 8 kg dan manusia 0,12 kg.

Metana (CH4) adalah gas yang tidak berbau yang dapat menimbulkan efek rumah kaca. Komposisi metana senidiri di atmosfer bumi lebih kecil dibanding karbon dioksida (CO2), akan tetapi koesifien daya tangkap panas metana lebih tinggi, yaitu 25 kali dari karbon dioksida. Metana juga berperan penting dalam mempertipis lapisan ozon yang selama ini melindungi bumi, sehingga suhu bumi dapat panas.

5. Penggunaan CFC yang tidak berlebihan

Cloro Four Carbon (CFC) adalah salah satu penyebab kecil pemanasan global yang sifatnya masih bisa ditangani. CFC merupakan klorofluorokarbon, yaitu senyawa-senyawa yang di dalamnya terkandung atom karbon dengan klorin dan fluorin terikat padanya. Utamanya Gas CFC ini berasal dari peralatan pendingin udara seperti AC dan kulkas yang berkontribusi juga dalam glibal warming.

6. Konsep Rumah Modern

Di Zaman sekarang ini konsep rumah modern banyak terdiri dari kaca. Salah satu alasannya adalah untuk menghemat pemakaian listrik. Akan tetapi efek lain dari penggunaan kaca tersebut dapat memantulkan cahaya ke udara lagi sehingga dapat menyebabkan efek rumah kaca. Artinya cahaya yang mengenai bangunan tersebut tidak dapat diserap namun cahaya tersebut dipantulkan lagi ke udara sehingga akan menyebabkan terjadinya pemanasan global.

7. Bocornya Lapisan Ozon

Pada dasarnya lapisan ozon ini berfungsi untuk filter Sinar matahari. Sehingga sinar yang memancar kebumi tidak langsung sampai kebumi. itu semua tentunya terjadi jika lapisan ozon masih normal. Namun umtuk sekarang ini, lapisan ozon sudah menipis bahkan dapat dikatakan bocor.

8. Pembakaran Hutan Dan Pengrusakan Hutan Secara Ilegal

Pemanasan global dapat disebabkan karena seringnya pembakaran hutan. Semakin banyaknya perusakan, penebangan liar ataupun pengundulan hutan maka semakin banyak juga jumlah karbondioksida yang ada di atmosfer yang mana pada akhirnya mengakibatkan adanya pemanasan global. Karena hutan sendiri itu memiliki fungsi meyerap gas karbondioksida dan mengeluarkan oksigen.

Oleh karena itu kurangi perusakan hutan dan galakkan gerakan reboisasi dan penghijauan pada hutan. Agar pohon-pohon yang ada di hutan bisa tambah banyak dan hutan dapat kembali lagi sebagai paru-paru kehidupan manusia. Sehingga Pemanasan global dapat dikurangi.

9. Luas hutan yang semakin menurun

Tidak salah jika Hutan disebut paru-paru dunia. Karena penghasil oksigen terbesar adalah dari hutan. Di Indonesia saat ini luas hutannya semakin berkurang, salah satu penyebab berkurangnya hutan di indonesia adalah karena banyak masyarakat membuka lahan untuk pertanian seperti pertanian sawit.

Inilah yang sangat dikhawatirkan, Jika luas hutan semakin hari semakin berkurang, lantas siapa lagi yang akan mengubah karbondioksida menjadi oksigen? Oleh sebab itu di era sekarang yang mana cuaca semakin panas karena hutan semakin sedikit, ayo kita tingkatkan kesadaran diri terhadap global warming.

10. Pencurian hutan yang merajalela

Berkurangnya luas hutan bukan hanya karena alih fungsi hutan yang menjadi kawasan pertanian saja, namun juga disebabkan pencurian kayu hutan atau yang lebih dikenal dengan istilah illegal logging yang semakin merajalela. Dan juga tidak melakukan reboisasi pada kawasan yang ditebang.

Pencurian kayu di hutan yang dilakukan para oknum yang tidak bertanggung jawab secara sembarangan yang berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan penggundulan hutan. Ketika hutan sudah gundul/habis, hal inilah yang mempengaruhi pemanasan global.

Semakin sering terjadinya pencurian kayu hutan dan penggundulan hutan maka lingkungan sekitar akan tercemar. Dan berdampak pada hutan yang rusak sehingga hutan sendiri tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai paru-paru dunia.

11. Kekurangan Pepohonan

Kekurangan pepohonan dapat mengakibatkan pemanasan global, karena pepohonan sendiri dapat membantu untuk mengatasi suhu panas dengan meyerap gas karbondioksida dan mengeluarkan oksigen yang bisa mencegah terjadinya pemanasan global. Bagi lingkungan, pepohonan memiliki peran yang sangat penting.

Karena pohon sendiri membuat lingkungan menjadi sejuk, jauh dari pencemaran udara serta dapat mengurangi polusi. Oleh karena itu marilah kita tanam sebanyak mungkin pepohonan bisa dimuali dari halaman rumah.

12. Pemakaian listrik yang boros

Penggunan listrik yang sesuai kebutuhan merupakan prilaku manusia bijak. Semua orang pasti menginginkan hal tersebut dapat dilakukan oleh setiap individu. Tapi, kenyataannya untuk menghemat dalam penggunaan listrik merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi sebagian besar orang. Akibatnya, hal ini menjadikan salah satu penyumbang pemanasan global. Himbaun atau kampanye hemat listrik sudah sering dilakukan, tetapi tetap saja banyak yang boros dalam pemakaian listrik.

Pada dasar pemakaian listrik ini tidak begitu berpengaruh dalam pemanasan global asalkan dalam batas penggunaan yang wajar-wajar saja. Akan tetapi penggunaan listrik yang berlebihan, secara tak langsung dapat menambah gas karbondioksida sehingga memungkinkan terjadinya pemanasan global.

13. Pembakaran Sampah Secara Berlebihan

Salah satu Penyebab Pemanasan global adalah pembakaran sampah yang dilakukan secara berlebihan. Pembakaran sampah terkadang banyak dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Contoh riilnya saja dalam pembukaan lahan pertanian yang baru. Biasanya para-para oknum tersebut untuk memudahkan mendapat lahan baru yang siap tanam, mereka melakukan pembakaran lahan sering menyalahi aturan. Hal seperti inilah yang dapat menimbulkan gas metana yang akan menangkap panas sehingga gas karbondioksida akan sulit untuk menghasilkan oksigen.

14. Penggunaan Pupuk Kimia Secara Berlebihan

Biasanya para petani, untuk mendapatkan hasil pertaniannya yang memuaskan, mereka tidak jarang menggunakan pupuk kimia secara berlebihan. Padahal hal tersebut memberikan dampak yang buruk untuk tanaman mereka. Selain itu juga Penggunaan Pupuk secara berlebihan juga bisa menjadi salah satu penyebab pemanasan global.

Karena apa ? tidak lain karena bahan utama pembuatan pupuk itu sendiri ialah nitrogen oksida, yang mana nitrogen oksida ini merupakan zat yang jauh lebih kuat ketimbang karbondioksida yang menangkap panas. Oleh karena itu, para petani diharapkan untuk bisa menggunakan pupuk secukupnya saja, atau alangkah lebih bijak lagi jika para petani menggunakan pupuk yang alami untuk lahan pertanian mereka.

15. Usia Bumi Yang Sudah Tua

Bumi yang kita tinggali sekarang ini sudah cukup tua. Usia planet bumi sendiri sudah mencapai usia 4,6 miliar tahun. Jadi tidak heran jika menjadi salah satu penyebab terjadi pemanasan global. Jika diibaratkan dengan manusia sudah yang tua, yang mana lebih rentan dalam terserang penyakit.

karena sistem kekebalan tubuhnya menurun. Begitu juga bumi. Salah satu yang menjadi problematika bumi hingga saat ini adalah pemanasan global. Pemanasan global sangat mudah terjadi karena bumi sendiri kondisinya sudah semakin buruk, tanah ,air dan udara semua sudah tercemar dengan polusi-polusi yang ada.

Dampak Pemanasan Global

Berdasarkan penyebab terjadinya pemanasan global di atas, setidaknya kita gambaran terkait hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Berikut ini penjelasan mengenai dampak dari pemanasan global bagi kehidupan kita sehari-hari.

1. Peningkatan Permukaan Laut

Lapisan permukaan lautan akan menghangat jika atmosfer juga menghangat, Sehingga hal ini mengakibatkan volume air lambat laun akan mengalami peningkatan dan permukaan laut menjadi lebih tinggi. Pemanasan global juga berdampak mencairkan es yang ada di kutub, terutama sekitar Greenland. Salah satu Hal inilah yang memperbanyak volume air di laut.

Setidaknya inilah alasan yang melatarbelakangi tinggi permukaan laut di seluruh dunia, tercatat telah meningkat 10 – 25 cm selama abad ke-20 kebelakang (rentang waktu antara 1900-1999). Bahkan para ilmuwan memprediksi peningkatan permukaan air laut akan lebih besar lagi pada abad 21 nantinya yaitu sebesar 9 – 88 cm.

Perubahan tinggi muka laut pastinya sangat mempengaruhi kehidupan di bumi, terutama pada negara yang memiliki banyak pantai. Kita ambil sample saja, jika kenaikan muka air laut sebesar 100 cm, setidaknya dapat menenggelamkan 17,5% negara Bangladesh, 6% negara Belanda, dan berbagai negara lainnya termasuk Indonesia kita ini.

ketika tinggi permukaan lautan mencapai muara sungai, pastinya banjir akibat air pasang akan meningkat juga di daratan. Mungkin Negara-negara yang kaya akan menghabiskan banyak dana untuk melindungi wilayah pantai mereka, akan tetapi negara-negara miskin mungkin hanya bisa melakukan evakuasi masayarakatnya ke daerah yang lebih tinggi.

2. Mencairnya Es Yang Berada Di Kutub.

Salah satu dampak negtaif pemanasan global adalah mencairnya es yang terdapat di kutub, baik itu yang berada dikutub utara ataupun di kutub selatan yang mayoritas wilayahnya berupa es. Terutama di kutub selatan bumi, disana volume esnya sangatlah besar.

Bahkan data terakhir menjelaskan bahwa es yang berada di Kutub Selatan bumi (Antartika) mengalami penyusutan sebanyak 160 miliar ton setiap tahunnya. Es sebanyak itu mencair, hal inilah yang turut menaikkan volume air laut.

3. Wilayah Daratan Banyak Yang Tenggelam

Salah satu yang sangat dikhawatirkan dari dampak Pemanasan global ini adalah berupa tenggelamnya daratan, terutamanya daerah-daerah pantai yang ada di Bumi. Ini juga mengakibatkan pulau-pulau kecil serta daratan yang berada di pesisir pantai akan lenyap menghilang. Hilangnya pulau-pulau kecil dan daratan di pesisir pantai ini tidak lepas dari 2 dampak dari pemanasan global yang ada di poin 1 dan 2 tadi, yaitu naiknya permukaan air laut dan mencairnya es yang berada di dua kutub.

4. Iklim Menjadi Tidak Stabil

Perlu diketahui bersama bahwa selama pemanasan global, daerah yang berada di bagian utara dari bumi akan terasa lebih panas dari bagian-bagian wilayah lain di Bumi. Wilayah-wilayah yang awalnya memiliki salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Kemudian lagi, Pada pegunungan yuang berada di daerah subtropis, yang mana terdapat saljunya akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair.

Suhu pada malaam hari dan suhu di musim dingin cenderung akan meningkat. Dan untuk dibeberapa daerah mengalami musim tanam lebih lama. Daerah yang awalnya lembab akan menjadi daerah yang hangat, hal ini dikarenakan banyaknya air yang menguap dari lautan. Akan tetapi belum secara pasti apakah kelembapan itu akan menurunkan atau meningkatkan pemanasan yang lebih tinggi.

Itu semua disebabkan karena uap air termasuk gas rumah kaca, sehingga dengan adanya itu akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Hal postifnya ialah, uap air yang banyak pastinya akan membuat awan yang lebih banyak juga, sehingga dapat memantulkan cahaya Matahari kembali ke angkasa luar yang selanjutnya akan menurunkan proses pemanasan.

Karena iklim yang tidak stabil maka tidak heran di bumi kita ini sering terjadinya badai. Tidak hanya itu, air juga akan lebih cepat menguap dari tanah. Hal inilah yang mengakibatkan sejumlah daerah menjadi lebih kering dari sebelumnya. Kemudian lagi angin akan bertiup lebih kencang bahkan dengan pola yang tidak sama.

Badai Topan akan menjadi lebih besar karena pengaruh penguapan air besar juga. Cuaca juga menjadi tidak menentu bahkan lebih ekstrem. Contoh dampak pemanasan global yang sudah bisa kita rasakan yaitu pada bulan juni yang mana seharusanya pada bulan itu sudah mengalami atau kering, tetapi yang terjadi malah tingkat kecurahan hujan masih cukup tinggi.

5. Produksi Pertanian Menurun

Dampak pemanasan global bagi lingkungan lainnya adalah menurunnya produksi dalam pertanian. Ini semua tidak terlepas dari iklim yang tidak stabil yang merupakan dampak dari pemanasan global itu sendiri. Dengan tidak stabilnya iklim, hal ini menjadikan musim hujan dan kemarau menjadi sulit diprediksi.

Begitu juga curah hujan yang tidak terprediksi ini jelas akan mengganggu produksi dalam pertanian. Contohnya saja di Bagian Selatan Kanada, dengan iklimyang tidak stabil, menjadikan musim hujan di Kanada lebih lama dibanding biasanya.

Hal itulah yang menyebabkan masa tanam lebih lama. Sehingga produksi pertanian di wilayah Selatan Kanada kurang maksimal karena masa tanamnya lebih panjang. Beda halnya dibelahan bumi yang lain, misalnya saja di benua Afrika, disana mengalami masa kekeringan dan musim tanam yang lebih singkat. hal inilah yang menyebabkan produksi pertanian disana menjadi turun.

6. Dampak Sosial, Ekonomi dan Politik

Pemanasan global juga berdampak pada sektor sosial, ekonomi dan politik. Bencana-bencana alam seperti Kebakaran hutan, banjir dan becana angin topan, semua itu tentunya membawa kerugian yang sangat besar untuk negara. Bencana-bencana ini juga pastinya memunculkan dampak sosial berupa perubahan mata pencaharian penduduk yang tinggal di daerah pertania.

Itu tidak lain disebabkan perubahan iklim yang mengakibatkan kurangnya masa panen. Karena berkurangnya masa panen, hasil panen juga ikut menjadi berkurang. Sehingga petani yang ada mengubah mata pencaharian lainnya yang tidak tergantung pada iklim.

7. Topan Siklon Tropis

Dampak pemanasan global lainnya adalah terjadinhya Topan siklon tropis. Berdasarkan laporan dari PBB, topan siklon tropis ini sudah terjadi sejak tahun 1960 dan mengakibatkan banyak perusakan. Itu semua merupakan dampak dari pemanasan global. Pernyataan ini diperkuat dari para ilmuwan yang mengatakan jika topan siklon tropis terbentuk akibat dari gejolak di atas laut.

8. Sumber Daya Air Berkurang

Akibat pemanasan global yang selanjutnya adalah berkurangnya persediaan sumber daya air. Perubahan suhu yang terjadi berimabas pada perubahan iklim, yang mana itu semua menyebabkan perubahan curah hujan dan menyebabkan pergeseran vegetasi di daerah hulu sungai. Hal inilah yang kemudian membuat ketersediaan air berkurang dan membentuk limpasan permukaan air tanah.

9. Menipisnya Lapisan Ozon

Masalah yang cukup serius dari dampak pemanasan global ini adalah menipisnya lapisan ozon yang melindungi Bumi. Seperti yang sudah kita ketahui bersama jika lapisan ozon itu sangatlah penting keberadaannya di Bumi karena bisa melindungi Bumi dari berbagai bentuk ancaman buruk.

Contohnya saja lapisan ozon dapat menyaring sinar ultraviolet yang akan masuk ke permukaan Bumi, sehingga tidak langsung memberikan panas langsung ke permukaan Bumi yang dapat memberikan berbagai dampak penyakit. Lapisan Ozon sendiri merupakan lapisan yang ada di atmosfer pada ketinggian 19 – 48 km di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon.

Proses Terjadinya Pemanasan Global

Setelah mengetahui pengertian, penyebab dan dampak dari pemanasan global, lantas Bagaimana proses pemanasan global ini dapat terjadi? berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana proses pemanasan global bisa terjadinya.

Proses pemanasan global dimulai ketika sinar matahari yang menyinari bumi, yang mana sebagian panas dari sinar matahari ini diserap oleh bumi dan sebagian lagi dikembalikan ke angkasa luar (atmosfer). Akan tetapi Sinar matahari yang dikembalikan ke angkasa ini terperangkap oleh gas-gas yang ada di atmosfer seperti gas karbon dioksida, gas sulfur dioksida, gas metana, uap air dan lain sebagainya. Hal ini lah dimanakan efek rumah kaca.

Radiasi dari sinar matahari di atmosfer bumi berakibat pada lapisan ozon yang semakin menipis hal ini membuat sinar matahari yang menyinari bumi semakin menjadi panas. Efek rumah kaca ini juga menyebabkan sinar matahari yang seharusnya dipantukan kembali ke angkasa akan tetapi menjadi dipantulkan ke bumi. Peristiwa ini lah yang menyebabkan bumi makin lama semakin panas. Dan seperti itulah proses terjadinya Pemanasan global (Global warming).

Cara Mengatasi Pemanasan Global

Jika kita sudah mengetahui bagaimana dampak dari pemanasan global, sebagai manusia yang bijak dan berfikir seyogyanya kita harus peka terhadap hal-hal yang seperti ini. Karena pemanasan global ini menyangkut hajat orang banyak diseluruh dunia. Jika bumi ini semakin hari semakin rusak maka besar kemungkinan manusia untuk bisa bertahan hidup. Oleh karena itu untuk menanggulangi permasalahan yang terkait dengan pemanasan global ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Berikut cara mengatasi pemanasan global.

1. kurangi Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Sudah tahu kan bahan bakar fosil itu apa aja? Bahan bakar fosil itu seperti premium, solar dan lain sebagainya. kenapa harus kita kurangi, karena bahan bakar fosil itu sendiri ketika digunakan, gas pembuangannya berupa gas karbon dioksida. Jika semua moda transportasi yang berbahan bakar fosil banyakbanyak digunakan dan jumlahnya semakin bertambah, maka karbon dioksida yang dihasilakan atau dibuang ke atmosfer akan semakin besar juga. Dampak pemanasan global pun akan semakin buruk.

Oleh karena itu sebisa mungkin alat transportasi yang berbahan bakar fosil sebaiknya dikurangi dalam pemakaiannya. Salah satu cara untyk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan kita dapat menggunakan alat transportasi umum sehingga gas karbon dioksida di udara juga dapat dikurangi.

Salah satu Cara lain untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah dengan mengganti alat transportasi bahan bakar fosil dengan alat transportasi yang ramah lingkungan. contohnya dengan menggunakan sepeda, ataupun mobil yang berbahan bakar hidrogen atau juga akan lebih baik lagi jika kita biasakan untuk jalan kaki ketika berpergian jarak yang dekat.

2. Menggunakan Energi Alternatif

Cara mencegah pemanasan global yang berikutnya adalah dengan menggunakan Energi Alternatif. Pada dasarnya Manusia bisa menggunakan energi alternatif untuk mengurangi segala sesuatu yang dapat menjadi penyebab pemanasan global. Penggunaan energi alternatif ini setidaknya harus segera di terapkan di semua wilayah yang ada di dunia.

Pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil harus segera beralih dengan energi bersih, seperti sinar matahari, angin, air, panas bumi ataupun biomassa. Sejatinya Sumber energi seperti yang disebutkan barusan itu sangat berlimpah akan tetapi pemanfaatannya tidaklah maksimal.

3. Tidak Menebang Pohon di Hutan Secara Sembarangan

Seperti yang sudah kita ketahui, pohon merupakan tumbuhan yang dapat menyerap gas CO2 dan menghasilkan oksigen. Dengan mengurangi dampak penebangan hutan secara ilegal kita juga berperan dalam menjaga kelestarian hutan yang saat ini banyak mengalami kerusakan.

Hutan merupakan elemen yang sangat penting bagi kelestarian dunia, karena salah satu fungsi hutan adalah sebagai paru-paru dunia sekaligus penyeimbang ekosistem. Hutan terutama jenis hutan yang belum terjamah manusia memiliki keseimbangan ekosistem yang sangat baik sehingga banyak hewan dan tumbuhan yang hidup dan bertahan dari pengaruh lingkungan luar.

4. Melakukan Penanaman Pohon Kembali (reboisasi)

Melakukan penanaman pohon kembali dapat menanggulangi pemanassan global. Karena Pohon ataupun jenis tumbuhan yang berklorofil lainnya mempunyai fungsi yang cukup vital dalam membersihkan udara. Karena tumbuhan berklorofil memiliki kemampuan untuk mengolah air, sinar matahari, karbon dioksida maupun unsur hara menjadi bahan organik dan gas oksigen.

Gas Oksigen sendiri adalah salah satu faktor penentu dalam kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi. Oleh karena itu keberadaan pepohonan sangat dibutuhkan. Dengan tidak adanya oksigen, manusia dan makhluk hidup lain pastinya akan mati. Karena itulah makin banyak pohon yang kita ditanam di bumi, maka semakin banyak juga udara bersih yang dihasilkan

5. Penghematan Listrik

Cara penaggulangan Pemanasan Global berikutnya ialah dengan melakukan penghematan listrik. Listrik adalah salah satu bentuk energi yang paling banyak dibutuhkan dan digunakan manusia. Ya walaupun tidak semua manusia menggunakan listrik, akan tetapi listrik merupakan energi yang memiliki fungsi vital dalam kehidupan sehari-hari.

Yang patut menjadi perhatian kita adalah saat ini listrik yang kita gunakan berasal dari pembangkit listrik yang kebanyakan menggunakan bahan bakar fosil. Sehingga gas karbon dioksida pun banyak dihasilkan. Logikanya Semakin banyak pemakaian listrik, maka semakin banyak juga gas buangan karbon dioksida. Hal inilah yang nantinya dikhawatirkan menjadi efek rumah kaca.

Mulai dari sekarang marilah kita gunakan listrik secara bijak dan seperlunya saja. Karena itu menjadi sangat penting untuk mencegah pemanasan global. salah satu cara yang paling gampang dilakuakan adalah dengan mencabut Kabel atau Peralatan dari saklar saat tiidak digunakan serta menghemat pemakaian lampu.

6. Tidak Menggunakan Alat Yang Menghasilkan Gas CFC

Untuk yang belum tahu CFC itu apa berikut ini penjelasannya. CFC (Cloro Four Carbon) adalah senyawa-senyawa yang di dalammnya mengandung atom karbon dengan klorin dan fluorin saling terikat. CFC pada umumnya dihasilkan dari peralatan pendingin udara (AC). Salah satu penyumbang proses terjadinya efek rumah kaca adalah CFC ini, setidaknya CFC ini ikut andil 20% dalam proses ini.

Oleh karena itu penggunaan CFC sebisa mungkin dihentikan meskipun penggunaan CFC sendiri memberikan manfaat untuk manusia, akan tetapi perlu jangan lupakan juga dampak dari penggunaan CFC ini. Salah satu cara untuk mengatasi suhu ruangan yang panas, kita bisa membuat bangunan yang memiliki banyak ventilasi udara sehingga kita tidak perlu menggunakan pendingin ruangan atau AC.

Namun seandainya tidak bisa tidak menggunakan pendingin ruangan/ AC , maka pastikan kita menggunkan AC yang tidak CFC serta ramah lingkungan. Begitu juga dengan kulkas, sebaiknya kita menggunakan kulkas yang non CFC untuk menghindari efek rumah kaca. Supaya pemanasan global tidak semakin memburuk dan merugikan kita semua.

7. Memperbaiki Kualitas Kendaraan dengan Uji Emisi

Dengan Semakin banyaknya kendaraan bermotor yang ada di jalanan, ini mengakibatkan meningkatnya emisi gas buang sebagai residunya. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa emisi gas buang merupakan sisa hasil pembakaran dari mesin kendaraan baik itu dari kendaraan berod, perahu ataupun pesawat terbang.

Sudah saatnya produsen-produsen kendaraan memperketat standar serta pengawasan dalam uji emisi. Ini semua sangat diperlukan untuk memastikan kondisi kendaraan apakah sudah layak atau belum. Karena Kendaraan yang memiliki kondisi prima akan menghasilkan pembakaran yang jauh leibih sempurna sehingga tidak ada yang namanya pencemaran dan merusak lingkungan.

8. Menerapkan Sistem Budidaya Peternakan dan Pertanian yang Baik

Cara mengatasi pemanasan global berikutnya adalah dengan menerapkan sistem budidaya peternakan maupun pertanian dengan baik. Karena di era sekarang ini Sistem budidaya pertanian kebanyakan memakai bahan kimia sintetik seperti pupuk dan pestisida. sehingga memungkinkan pencemaran dan kerusakan pada lingkungan.

Oleh karena itu sistem pertanian yang seperti itu harus diganti dengan sistetem pertanian organik, karena sudah terbukti tidak mencemari dan merusak lingkungan. Namun penggunaan bahan organik haruslah tetap diperhatikan, karena penggunaan yang tidak tepat ternyata juga bisa berdampak buruk pada lingkungan.contohnya saja penggunaan pupuk organik dari kotoran hewan yang belum diolah justru malah menjadikan efek rumah kaca.

Kenapa bisa begitu, karena karena kotoran hewan yang belum matang merupakan sumber gas metana, yang mana gas metana adalah salah satu penyebab terjadinya efek rumah kaca. Sehingga dalam penggunaan pupuk organik harus lah diperhatikan terlebih dahulu, pastikan pupuk yang kita gunakan itu pupuk yang sudah mengalami proses dekomposisi.

Pupuk organik (pupuk kandang) yang sudah mengalami proses dekomposisi biasanya memiliki warna yang lebih gelap dibanding dengan Pupuk organik (pupuk kandang) yang segar. Pemakaian Pupuk organik (pupuk kandang) yang baik dan benar dapat mengurangi gas metana yang dibuang ke atmosfer bumi.

9. Melakukan Reduce, Reuse dan Recycle

Reduce adalah melakukan penghematan serta mengurangi sampah. contohnya adalah hemat dalam penggunaan tissue dan kertas, karena tissue dan kertas sendiri berasal dari kayu yang ditebang dari pohon di hutan. Atau kita bisa juga membeli produk-produk dengan lebel ramah lingkungan dan juga mengurangi pemakaian produk yang berupa styrofoam / plastik.

Reuse adalah memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak digunakan atau terpakai. Maksudnya disini ialah barang yng sudah pernah kita pakai tersebut, kita manfaatkan kembali untuk pemakaian kedua dan seterusnya. Contohnya seperti menggunakan kertas bekas untuk menulis atau mencatat keperluan sehari hari, atau kita bisa menggunakan sapu tangan yang dapat dipakai kembali dibanding memakai kertas tisu yang hanya sekali pakai lalu dibuang.

Recycle adalah mendaur ulang barang yang sudah tidak dapat digunakan menjadi barang yang lebih bermanfaat. Misalkan dengan cara memisahkan barang yang berbahan organik dan anorganik, kemudian barang-barang anorganik tadi seperti botol plastik bisa dimanfaatkan menjadi pot tanaman atau hiasan rumah. Dan barang-barang organik bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.

10. Mengurangi Penggunaan Kertas

solusi pemanasan global yang terakhir adalah dengan mengurangi penggunaan kertas. Penggunaan kertas yang berlebihan adalah salah satu problem besar yang mempengaruhi dalam pemanasan global. Karena dengan kita banyak menggunakan kertas secara tidak langsung berarti kita ikut mengkonsumsi banyak pohon. Karena sudah kita ketahui bersama jika kertas itu berasal dari kayu. Maka dari itu konsumsi kertas yang tinggi pastinya akan mengakibatkan penebangan pohon yang makin banyak juga. Ini lah kenpa kita harus mengurangi konsumsi kertas sebisa mungkin, untuk menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu mulai dari sekarang gunakan kertas secara bijak.!

Gambar Pemanasan Global

Bumi yang Semakin Panas

gambar pemanasan global

intelligencesquaredus.org

Masa Depan Bumi ada di Tangan Kita

gambar pemanasan global

pontianak.kapusin.org

Makhluk lain pun kena Dampak

gambar pemanasan global

pixabay.com

Polusi Udara yang Semakin Parah

gambar pemanasan global

pixabay.com

Bongkahan Es menjadi Cair

gambar pemanasan global

pixabay.com

Mngancam Kehidupan

gambar pemanasan global

beinglibertarian.com

Ulah Oknum Yang Tak bertanggung Jawab

gambar pemanasan global

Kekeringan !

gambar pemanasan global

pixabay.com

Itulah penjelasan terkait dengan pemanasan global (global warming). Mulai dari penyebab pemanasan global, cara mengatasi pemanasan global ,dampak pemanasan global, dan beberapa gambar mengenai pemanasan global atau global warming.

 

Leave a Reply