Pengertian dan Cara Membaca Jangka Sorong yang Baik dan Benar

Cara Membaca Jangka Sorong – Ada banyak jenis alat ukur panjang yang dapat kita gunakan sehari. Mulai dari penggaris ataupun meteran. Tapi jika untuk mengukur diameter dari sebuah benda yang berbentuk lingkaran atau bundar masa iya kita menggunakan penggaris atau meteran, bisa sih Cuma nantinya agak kesulitan dan hasilnya tidak begitu akurat.

Ada salah satu alat ukur panjang yang bisa kita gunakan, salah satunya jangka sorong. Alat ini berbentuk seperti kunci Inggris. Biasanya digunakan pada dunia mekanik, seperti di bengkel otomotif, bengkel bubut, dan lain sebagainya. untuk lebih jelas nya simak pembahasan berikut.

Pengertian Jangka Sorong

Jangka sorong adalah sebuah alat ukur panjang yang biasanya digunakan untuk mengukur panjang suatu benda yang mana ketelitian bisa mencapai 0,1 mm. Dan Jangka sorong hanya dapat digunakan untuk mengukur panjang benda yang memiliki panjang maksimum 20 cm.

Salah satu keuntungan dari penggunaan jangka sorong ini ialah bisa dipakai untuk mengukur diameter benda yang berbentuk bulat atau bundar, seperti kelereng, kemudian diameter dalam sebuah tabung atau cincin, serta dapat mengukur kedalam sebuah tabung. Jangka sorong juga memiliki nama lain diantaranya lain Sigmat dan Vernier Kaliper.

Bentuk dan Bagian-Bagian Jangka Sorong

Bagian Jangka Sorong

cdn.miniphysics.com

Secara Umum, Jangka Sorong terdiri dari 2 bagian yaitu bagian rahang tetap dan bagian rahang geser. Untuk ukuran skala, Jangka sorong juga terdiri atas 2 bagian antaralain skala utama yang letaknya berada pada rahang tetap dan skala nonius atau vernier yang letaknya berada pada rahang geser. Berikut ini bagian-bagian jangka sorong secara lengkap;

  1. Inner jaws (Rahang Dalam)

Bagian pertama yang terdapat pada Jangka Sorong  adalah Rahang dalam atau InnerJaws. Rahang dalam sendiri terdiri atas dua bagian yaitu satu bagian yang tetap dan satu bagian lagi yang bisa bergeser.

Rahang dalam atau Internal jaws biasanya digunakan untuk mengukur diameter luar, sisi luar, ketebalan luar, serta lebar bagian luar dari suatu benda.

  1. Outer Jaws (Rahang Luar)

Bagian kedua yang terdapat pada Jangka Sorong adalah Rahang luar (Outer Jaws)Rahang luar ini terdiri dari dua bagian, yaitu satu bagian yang tetap dan satu lagi bagian yang bisa bergeser.

Rahang luar (Outer Jaws) ini biasanya digunakan untuk mengukur diameter dalam, sisi dalam, ketebalan dalam, atau lebar bagian dalam dari suatu benda.

  1. Depth measuring blade (Pengukur kedalaman)

Bagian ketiga yang terdapat pada jangka sorong adalah Pengukur kedalaman (Depth measuring blade). Pengukur kedalaman (Depth measuring blade) ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang tetap dan satu lagi bagian yang bisa bergeser ataupun memanjang.

Pengukur kedalaman (Depth measuring blade) ini biasanya digunakan untuk mengukur ketinggian dan kedalaman lubang, serta ketebalan suatu benda baik bagian dalam ataupun luar.

  1. Skala Utama hasil pengukuran

Bagian keempat yang terdapat pada jangka sorong ini adalah bagian yang tetap (tidak bergerak). Untuk bagian ini terdapat nilai dan garis-garis yang dapat dijadikan sebagai Skala Utama dari hasil sebuah pengukuran.

Pada bagian ini juga Terdapat 2 jenis satuan yang dipakai untuk hasil pengukuran, diantaranya skala satuan imperial (Inch) di bagian atas dan skala satuan metrik (Centimeter dan milimeter) di bagian bawah.

  1. Skala Nonius (Skala Vernier)

Bagian kelima yang terdapat pada jangka sorong Bagian ini adalah bagian yang bergeser Untuk bagian ini terdapat dua jenis nilai skala, diantaranya yaitu skala Imperial (Inch) pada bagian atas serta skala metrik (mm) untuk bagian bawah.

Skala Nonius (Vernier) ini dapat digunakan untuk petunjuk dari hasil pengukuran, kemudian berfungsi juga sebagai nilai Skala utama serta Skala dalam bentuk desimal dari sebuah hasil pengukuran utama.

  1. Locking screw (Mur Pengunci)

Bagian terakhir yang terdapat pada Jangka sorong adalah  Locking screw  atau Mur pengunci. Locking screw berguna untuk mempertahankan atau mengunci posisi dari hasil pengukuran supaya tidak bergeser.

Macam-Macam Jangka Sorong

Adapun jenis-jenis jangka sorong yang dapat digunakan untuk mengukur panjang adalah seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

1, Jangka Sorong Manual

Jangka sorong manual

alicdn.com

Jangka sorong manual adalah jangka yang mempunyai tingkat  ketelitian 0,1mm = 0,01 cm, jangka sorong ini cara membacanya dengai melihat meteran roll

2. Jangka Sorong Analog

Jangka sorong analog

alexnld.com

Jangka sorong analog adalah jangka ketelitian 0,05 mm = 0,005 cm, jangka sorong model ini hampir sama dengan jenis jangka sorong model manual, yang membedakn hanyalah  dari cara pembacaannya. Pembacaan dari jangka sorong analog melalui jarum ukuran analog yang ada pada jangka.

3. Jangka Sorong Digital

Jangka sorong analog

alexnld.com

Jangka sorong digital adalah jangka dengan ketelitian 0.01 mm = 0,001 cm, jangka sorong model analog ini pembacaannya berdasarkan angka-angka yang terlihat di layar digital. Pengukuran dengan Jangka sorong digital ini berjalan dengan secara otomatis, maksudnya ketika benda kita ukur, maka hasil pengukurannya akan terlihat secara otomatis.

Fungsi Jangka Sorong

  1. Jangka Sorong berfungsi untuk mengukur ketebalan suatu benda.

Untuk mengukur ketebalan suatu benda, sisi jangka sorong digeser hingga benda yangakan diukur terapit. Sisi yang dipakai adalah sisi yang utama.

  1. Jangka Sorong berfungsi untuk mengukur panjang dan lebar benda.

Untuk  mengukur panjang dan lebar suatu benda, maka sisi yang dipakai untuk mengukur adalah sisi bagian dalam jangka sorong, dengan cara menjepitkan benda yang akan di ukur.

  1. Jangka Sorong berfungsi untuk mengukur diameter suatu benda.

Untuk mengukur diameter suatu benda, dapat menggunakan dua cara. Pertama, jika yang diukur adalah diameter lur suatu benda, maka dalam pengukurannya memakai sisi dalam jangka sorong sebagaimana cara yang sudah dijelaskan di poin 1 dan 2 diatas. Kedua, jika digunakan untuk mengukur sisi dalam benda, maka yang digunakan adalah sisi luar jangka sorong (bentuknya seperti pengait). Kait itulah yang digunakan dalam lubang benda yang akan di ukur.

Prinsip Kerja Jangka Sorong

Jangka sorong merupakan alat ukur yang terdiri dari dua skala. Yang pertama disebut skala utama dengan skala terkecilnya dalam milimeter (1mm = 0,1 cm) dan yang kedua skala nonius.

Sepuluh skala utama mempunyai panjang 1 cm, artinya jarak 2 skala utama yang berdekatan ialah 0,1 cm. Sedangkan sepuluh skala nonius mempunyai panjang 0,9 cm, itu artinya jarak 2 skala nonius yang saling berdekatan adalah 0,09 cm.

Beda antara satu skala utama dan satu skala nonius adalah 0,1 cm – 0,09 cm = 0,01 cm atau setara dengan 0,1 mm. Jadi dapat disimpulkan skala terkecil dari sebuah jangka jangka sorong ialah 0,01 cm atau 0,1 mm.

Jangka sorong memiliki Ketelitian setengah dari skala terkecil. Berdasarkan x = ½ x 0,01 cm = 0,005 cm. Jadi jangka sorong dapat mengukur benda dengan ketelitian sampai  0,005 cm, salah satu contohnya ialah dapat dipakai untuk mengukur diameter dari sebuah kelereng atau cincin dengan lebih akurat.

Yang jelas dalam memakai jangka sorong prinsipnya ialah kunci yang ada  pada jangka sorong dilonggarkan, maka papan skala nonius bisa digerakkan sesuai keperluan.

Kemudian juga jika ingin mengukur panjang atau diameter dari sebuah benda, maka benda tersebut dijepitkan diantara 2 penjepit (rahang) yang ada di jangka sorong.

Nantinya Panjang benda yang akan dihitung tersebut akan  terlihat langsung dengan cara membaca skala utama sampai sepersepuluh cm (0,1cm) lalu ditambahkan dengan hasil pembacaan pada skala nonius sampai seperseribu cm (0,001cm).

Kalibrasi Jangka Sorong

Cara mengklabirasi Jangka sorong adalah dengan cara mendorong rahang yang dapat digeser sampai menyentuh rahang tetap. Apabila rahang yang bisa digeser letaknya ada pada posisi yang tepat di angka nol.

Maksudnya angka nol yang ada di skala utama dengan angka nol yang ada di skala nonius saling berhimpit pada satu garis lurus, maka jangka sorong itu sudah terkalibrasi dan dapat digunakan.

Kemudian Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kegagalan kalibrasi maupun mengukur suatu benda dengan menggunakan jangka sorong, diantaranya adalah;

  1. Kesalahan umum. Artinya orang yang melakukan pengukuran itu sendiri salah yang dalam melakukan penggukuran, bisa jadi ia tidak mengerti dalam pengoperasian jangka sorong.
  2. Kesalahan sistematis. Artinya kesalahan yang terjadi pada jangka sorong disebabkn karena alat tersebut mengalami kerusakan.
  3. Kesalahan acak. Artinya kesalahan yang ada tidak diketahui pengyebabnya

Kebanyakn Faktor yang menjadikan jangka sorong itu rusak  adalah adanya ketidakstabilan dalam suhu ruang penyimpanan, hal ini lah yang  menyebabkan jangka sorong memuai atau menyusut, terbentur ataupun tergores.

Cara Menggunakan Jangka Sorong 

A. Cara Menggunakan Jangka Sorong Untuk Mengukur Diameter Luar Suatu Benda

  1. pertama, buka rahang jangka sorong caranya dengan mengendorkan sekrup pengunci, kemudian rahang geser jangka sorong digeser ke kanan hingga benda yang akan diukur bisa masuk antara rahang geser dan rahang tetap
  2. kemudian Letakkan benda yang akan diukur tadi diantara kedua rahang.
  3. Geser rahang yang bisa geser pada jangka sorong ke arah kiri sampai benda yang diukur terjepit oleh kedua rahang kemudian dikunci dengan sekrup pengunci.
  4. Terakhir baca ukuran yang terlihat di jangka sorong dan catat hasil pengukurannya.

B. Mengukur Diameter Dalam Suatu Benda

  1. Kendorkan sekrup pengunci dengan cara memutar pengunci ke kiri.
  2. Kemudian geser rahang yang dapat digeser pada jangka sorong sedikit kekanan.
  3. letakan benda yang akan diukur sampai kedua rahang (atas) pada jangka sorong masuk ke dalam benda yang akan diukur tersebut.
  4. geser rahang yang dapat digeser pada jangka sorong samapai kedua rahang jangka sorong menyentuh kedua dinding dalam benda  yang diukur dan kemudian dikunci dengan sekrup pengunci.
  5. Terakhir baca ukuran yang terlihat di jangka sorong dan catat hasil pengukurannya.

C. Mengukur kedalaman suatu benda/tabung

  1. Meletakkan tabung yang akan diukur dalam posisi berdiri tegak
  2. Memutar jangka (posisi tegak) kemudian meletakkan ujung jangka sorong ke permukaan tabung yang akan diukur dalamnya.
  3. Menggeser rahang geser kebawah sehingga ujung batang pada jangka sorong menyentuh dasar tabung.
  4. Mengunci sekrup pengunci
  5. Membaca dan mencatat hasil pengukuran

Cara Membaca Jangka Sorong

  1. cara membaca jangka sorong yang pertama kali adalah dengan memastikan kondisi fisik jangka sorong tersebut, pastikan jangka sorong itu bersih dari kotoran sehingga nantinya tidak mengganggu hasil pengukuran.
  2. Geser jangka sorong hingga rapat dan selalu pastikan nilai pengukuran tepat berada di posisi Nol.
  3. Setelah itu Bersihkan dahulu permukaan benda yang nantinya akan diukur. Pastikan benda tersebut benar-benar tidak ada benda lain yang takutnya nanti dapat mengurangi keakuratan pengukuran.
  4. Kemudian Lakukan pengukuran dengan cara menggeser jangka sorong sesuai dengan benda yang diukur.
  5. Pastikan posisi benda yang diukur sudah terjepit serta terukur dengan benar.
  6. Posisidari jangka  jangka sorong sendiri harus benar-benar lurus, baik itu secara vertikal ataupun secara horizontal.
  7. Baca hasil pengukuran secara teliti.
  8. Lihat hasil pengukuran yang ditampilkan di skala utama, cara dengan melihat posisi yang sudah ditunjuk oleh garis angka 0 yang ada pada skala vernier (Nonius).
  9. Kemudian lihat juga garis angka lainnya di skala vernier yang menunjukkan posisi terlurus dari tampilan skala utama.
  10. Jika posisi yang paling lurus berada di angka Nol dari garis skala Vernier, berarti hasil dari pengukuran berupa nilai bulat (bukan bilangan desimal).
  11. Akan tetapi jika tidak tepat di angka nol, maka lihat hasil yang mendekati, dengan melihat angka lainnya yang se lurus dengan garis skala utama, hasil ini lah yang merupakan  nilai desimal dari hasil pengukuran utama.

 

Contoh Hasil Pengukuran Dengan Hasil Tanpa Desimal Atau Nilai Bulat:

cara membaca jangka sorong

duniaberbagiilmuuntuksemua.blogspot.co.id

Keterangan:

Dari Gambar diatas kita dapat melihat bahwa hasil pengukurannya berupa nilai bulat (Tanpa desimal), karena posisi garis 0 berada pada Skala Vernier tepat sejajar dengan garis di Skala utama.

Contoh Hasil Pengukuran Dengan Hasil Tidak Bulat Atau Memiliki Nilai Desimal:

cara membaca jangka sorong

duniaberbagiilmuuntuksemua.blogspot.co.id

Gambar diatas menunjukkan hasil pengukuran dengan nilai tidak bulat atau nilai desimal. karena posisi garis 0 berada pada Skala Vernier tidak sejajar dengan garis yang ada di Skala utama.

Dapat kita bahwa Hasil pengukuran jangka sorong diatas menunjukkan hasil pengukuran sebesar 15,50 mm.

Jika masih terasa bingung bagaimana cara membaca jangka sorong, berikut tips sederhananya.

  • Pastikan dan lihat angka yang ditunjukkan di skala utama yang berada tepat sebelum angka nol skala nonius di jangka sorong.
  • lalu tentukan angka pada skala nonius yang berimpit atau segaris dengan skala utama, kemudian dikalikan dengan angka ketelitian jangka sorong yang dipakai.
  • Kemudian jumlahlah angka yang didapat dari dua langkah diatas.

Contoh Soal Jangka Sorong

hitung panjang benda yang diukur dengan jangka sorong,  yang mana pada skala utama dan skala nonius seperti pada gambar berikut

contoh soal jangka sorong

rumushitung.com

Jawaban :

Lingkaran Biru : 5, 3x cm,

x akan kita dapatkan di lingkaran merah

x = 5

Jadi hasilnya  = 5,35 cm

Gambar Jangka Sorong

gambar jangka sorong

Belajarsainsfisika.com

gambar jangka sorong

tokoone.com

Itulah penjelasan singkat tentang jangka sorong, beserta fungsi jangka sorong, cara membaca jangka sorong, cara menggunakan jangka sorong dan gambar jangka sorong.  Semoga dapat menambah wawasan kita tentang jangka sorong. Jangan lupa shere jika artikel ini sekiranya bermanfaat. Terimakasih 🙂

Leave a Reply