Sejarah Perjanjian Tordesillas

Sejarah & Latar Belakang Isi Perjanjian Tordesillas, Berikut Dampak dan Akibatnya

PERJANJIAN TORDESILLAS – Dahulu, Negara yang begitu mendominasi di bumi ini ada 2 negara, yaitu Bangsa Spanyol dan Bangsa Portugis. Tidak heran kenapa banyak negara yang menjadi bekas jajahan kedua negara tersebut.

Akan tetapi dalam perjanlannya kedua negara ini terjadi konflik karena berebut wilayah kekuasan dan pelayarannya. Untuk menghindari konflik yang berkepanjangan maka di buatlah perjanjian tentang pembagian wilayah kekuasaan, perjanjian ini dikenal dengan Perjanjian Tordesillas, Simak Ulasan lengkapnya berikut ini

Sejarah Perjanjian Tordesillas (Tratado de Tordesillas)

Sejarah Perjanjian Tordesillas
vortexmag.net

Perjanjian Tordesillas adalah perjanjian yang berlangsung dan ditandatangani di Tordesillas, Spanyol pada 7 Juni 1494. Inti dari Perjanjian ini ialah bahwa di luar Eropa merupakan kekuasaan eksklusif bagi dua bangsa yaitu Spanyol dan Portugal, yang dimulai pada barat kepulauan Tanjung Verde.

Portugis menguasai bagian wilayah sebelah timur, sedangkan bagian wilayah sebelah barat dipegang bangsa Spanyol. Perjanjian ini disahkan Spanyol pada 2 Juli sedangkan untuk Portugis pada 5 September 1494.

Perjanjian Tordesillas adalah awal dari penjelajahan bangsa eropa untuk mengelilingi samudra di dunia termasuk salah satunya Indonesia.

Pada masa itu kerajaan Spanyol dan Portugis adalah kerajaan yang memiliki kekuatan armada laut paling kuat, teknologi navigasi, serta perlengkapan kapal yang maju jika dibandingkan dengan negara-negara eropa yang lainnya. Kelebihan dari kedua negara tersebut menimbulkan persaingan, terlebih lagi dalam memperluas wilayah dan perdagangan.

Latar Belakang Perjanjian Tordesillas (Tratado De Tordesillas)

isi Perjanjian Tordesillas
pinterest.com

Perjanjian Tordesillas, dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah Tordesillas Treaty, sedangkan dalam bahasa Portugis disebut Tratado de Tordesilhas . Perjanjian Tordesillas adalah perjanjian yang melibatkan dua pihak, yaitu Bangsa Portugis dan bangsa Spanyol.

Dinamakan dengan Perjanjian Tordesillas, karena perjanjian ini ditandatangani di suatu daerah yang bernama Tordesillas pada tanggal 7 Juni 1494. Dan Perjanjian Tordesillas ini disahkan di Setúbal.

Perjanjian ini berawal dari konflik antara Portugis dan Spanyol dalam masalah pembagian wilayah dan jalur pelayarannya ke luar benua Eropa (penjelajah ke dunia baru atau New World). Supaya tidak terjadi kebingungan serta adanya pembagian yang adil, maka muncullah Perjanjian Tordesillas ini.

Kemudian juga, Perjanjian Tordesillas dimaksudkan untuk menyelesaikan sengketa yang muncul setelah kembalinya Christoper Columbus beserta krunya yang telah berlayar dari Crown of Castile.

kemudian, pada perjalanannya pulang kembali ke negara Spanyol, Christoper Columbus terlebih dahulu sampai ke Lisbon, Portugal. Di kota Lisbon inilah Columbus berjumpa dengan Raja John II dan memintanya untuk melihat daratan baru yang baru saja dia temukan.

Berkaca pada pengalaman pelayaran menuju Castilian (Kastila), Raja John II akhirnya mengirimkan sebuah surat ancaman kepada Monarki Katolik (Catholic Monarchs) yang isinya bahwa sesuai dengan Perjanjian Alcacovas pada tahun 1479 (disahkan tahun 1481) semestinya seluruh wilayah bagian Selatan dari pulau Canary adalah milik Portugal.

Selain itu, Raja Portugis itu juga menyatakan bahwa dia telah membangun armada perang yang dipimpin oleh Francisco de Almeida dan akan diberangkatkan untuk mengambil kepemilikan tanah baru.

Setelah membaca surat dari Raja John Kedua tersebut, pihak dari Monarki Katolik akhirnya memecah kebuntuan dengan secara diplomatik setelah mereka sadar diri, karena tidak memiliki kekuatan militer yang seimbang dengan armada yang telah dikerahkan oleh Raja John.

Akhirnya, pada tanggal 4 Mei 1493 Paus Alexander VI (Rodrigo Borgia), memutuskan bahwa seluruh tanah dan wilayah dari bagian Barat dan Selatan dari salah satu pulau Azores (pulau Cape Verde) seharusnya menjadi miliki Castile, namun wilayah yang berada di bawah kekuasaan Monarki Katolik hingga Natal tahun 1492 tidak boleh disentuh.

Tapi, Paus Alexander VI tidak menyebut dan menyatakan sama sekalipun Portugal, yang akhirnya Portugal tidak dapat mengklaim kepemilikan tanah baru walaupun mereka berada di Timur garis yang telah disepakati.

Lalu, dalam surat Dudum Siquidem dengan judulnya Extension of the Apostolic Grant and Donation of the Indies pada tanggal 25 September 1493 dikatakan bahwa seluruh daratan utama beserta pulau-pulau yang saat itu belum menjadi milik India akan diserahkan kepada Spanyol.

Raja John II pun kecewa dengan keputusan dan peraturan dari surat tersebut. Karena itu berarti wilayah bagian yang bisa dikuasai hanyalah sedikit dan bahkan bisa mencegah mereka untuk menguasai wilayah bagian India.

Di tahun 1493, para penjelajah Portugis berhasil sampai di ujung Selatan benua Afrika, yaitu Tanjung Harapan. Namun, para penjelajah Portugis ini tidak mungkin untuk berperang merebut pulau-pulau tersebut dengan pihak Columbus.

Karena Paus Alexander VI yang tidak juga merubah keputusan awalnya, membuat Raja John II melakukan negoisasi langsung dengan pihak Monarki Katolik, yaitu dengan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella.

Negoisasi ini membahas keinginan Raja John II merubah garis persetujuan awal ke arah Barat sehingga pihak Portugis dapat mengklaim tanah baru yang berada di wilayah Timur.

Isi Perjanjian Tordesillas (Tratado De Tordesillas)

Perjanjian Tordesillas

Isi Perjanjian Tordesillas adalahpembagian wilayah pelayaran antara kerajaan Spanyol dengan kerajaan Portugis. Isi dari Perjanjian ini menjelaskan jika kerajaan Spanyol mempunyai wewenang berdagang dan berlayar ke arah barat, sedangkan bagi bangsa Portugis berlayar ke arah timur.

Perjanjian Tordesillas disepakati pada tanggal 4 Juni 1474 sampai 13 Januari 1750. Sesuai dengan isi perjanjian itu, pelaut bangsa Portugis menjelajah berlayar ke arah timur untuk mencari rempah-rempah, Sedangkan para pedagang Spanyol berlayar kearah barat yaitu daerah Benua Amerika.

Dampak atau Akibat Perjanjian Tordesillas (Tratado De Tordesillas)

Perjanjian Tordesillas
obichinhodosaber.com

Akibat dari Perjanjian Tordesillas, Salah satunya adalah berkembangnya semboyan 3 G yaitu gospel, gold, dan glory.

a. Gospel (Penyebaran Ajaran Katolik dan Kristen). dengan adanya istilah gospel ini, maka tidak heran jika para penjelajah selalu didampingi oleh para misionaris Kristen, dan daerah-daerah yang berhasil dikuasai oleh para pedagang Spanyol dan Portugis dijadikan wilayah konversi (proses perpindahan agama) ke agama Katolik yang disertai dengan asimilasi kebudayaan.

b. Gold (Mencari Kekayaan Berupa Emas). dengan adanya semboyan Semboyan gold ini, tentunya menimbulkan paham merkantilis (artinya kejayaan negara diukur dengan banyaknya emas yang dimiliki sebagai hasil dari laba perdagangan).

c. Glory (Mencari Kejayaan, Kemasyhuran, dan Ke-menangan). Semboyan glory menciptakan paham imperialisme kuno, sebab sebuah kejayaan dilihat dari daerah koloni dan jalur perdagangan yang dikuasai. Dengan demikian, jadi tidak heran banyak bangsa yang berlomba-lomba untuk menguasai daerah lain.

Itulah tadi ulasan tentang isi perjanjian Tordesillas, muali dari sejarah latar belakangnya, hingga dampak atau akbiat yang ditimbulkan. Semoga dapat menambah wawasan sejarah bagi yang membacanya. Terimaksih

Leave a Comment