Hikmah Beriman Pada Hari Akhir

Inilah Kenapa Pentingnya Hikmah Beriman pada Hari Akhir

Hikmah Beriman Pada Hari Akhir – Tidak ada yang tahu kapan dunia ini berakhir (Kiamat). Hal yang paling penting adalah agar kita tetap mengimani atau mempercayai bahwa hari akhir itu pasti akan terjadi.

Jika kita mengingkari akan adanya hari akhir itu sama saja kita tidak beriman. Oleh karena itu penting adanya iman, dan setiap iman itu pasti ada hikmah yang dapat dipetik atau diambil. Berikut Hikmah iman kepada hari akhir yang perlu kita ketahui;

Hikmah Beriman Pada Hari Akhir

Hikmah Beriman Pada Hari Akhir
youtube.com

Dengan beriman kepada hari akhir tentunya memberikan beberapa hikmah, diantarnya yaitu:

1. Tidak akan meniru dan mencontoh pola hidup yang jelek dari orang kafir (yang tidak beriman)

Tidak akan meniru pola hidup orang kafir (yang tidak beriman).
youtube.com

“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (QS 3:196-197)

Allah SWT sudah mengingatkan kita agar tidak terpedaya dan meniru gaya hidup orang kafir, yang penuh dengan kebebasan (foya-foya, dugem, mabok, free sex, dll). Semua itu merupakan kesenangan sesaat selama hidup didunia. Namun akibatnya akan ditanggung selama-lamanya di akhirat kelak.

2. Selalu beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan

Selalu berbuat baik dan benar
mirifica.net

Orang yang beriman dengan  hari akhir yakin serta mengharap akan bertemu dengan Allah, tentunya dia akan selalu berusaha untuk beramal sholeh semaksimal dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Hingga nanti ketika menemui-Nya dalam keadaan siap.

“… Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS 2:223)

“… Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. (QS 18:110)

3. Berprilaku baik dan benar

Selalu berbuat baik dan benar

Orang yang iman kepada hari akhir pastinya selalu berbuat baik dan benar dalam hidupnya.

“Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.” (QS 2:123)

Mengapa harus baik dan benar? sebab perbuatan baik belum pasti benar, akan tetapi perbuatan benar sudah pasti baik. Contohnya saja, perbuatan menolong orang adalah baik, namun belum tentu benar.

Menolong orang tujuannya apa? Apakah menolong dalam rangka kebaikan dan takwa, atau dalam rangka dosa. Menolong orang untuk berbuat dosa atau jahat tentunya merupakan hal yang salah dan tidak dibenarkan dalam Islam.

“… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS 5:2)

Bukan hanya harus melakukan perbuatan baik dan benar, perkataan pun harus baik dan benar, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berhata benar atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Mau berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan harta

Mau berjihad dijalan Allah dengan jiwa dan harta.
http://beritalangitan.com

Berjihad bagi orang yang iman kepada hari akhir merupakan sebuah keharusan, sebab jihad dengan jiwa dan harta adalah jual beli bagi seorang mukmin dengan Allah, dan merupakan pembenaran atas keimanannya.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS 9:111)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS 49:15)

5. Tidak bakhil (kikir) dalam berinfaq

Tidak bakhil (kikir) dalam berinfaq

Ketika seseorang beriman kepada hari akhir, tentunya dia akan selalu berinfaq dijalan Allah dengan tidak pelit. Sebab dia tahu akibat jika kikir terhadap hartanya itu dikemudian hari, serta dia mengerti pahala yang berlipat ganda yang diterimanya bila ia berinfak dijalan Allah SWT.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 3:180)

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang “mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (QS 104:1-9)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2:261-262)

6. Memiliki kesabaran dalam kebenaran dan ketika tertimpa musibah

Memiliki kesabaran dalam kebenaran dan ketika tertimpa musibah.

Ketika keimanan kepada hari akhir tertanam dalam hati, pastilah orang itu akan selalu sabar dalam hal kebaikan dan dalam keadaan apapun. Walaupun musibah menimpa dirinya, ia akan tetap sabar bahkan meningkatkan kesabarannya.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS 3:200)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun.” (QS 2:155-156)

Ia tahu bahwa dunia ini hanya sementara, semua akan mati. Penderitaan didunia hanyalah sementara, segala sesuatu akan disempurnakan diakhirat nanti, sebagaimana firman Allah SWT:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)

Cara Agar tetap Beriman pada Hari Akhir

Cara Agar tetap Beriman Kepada Hari Akhir

Agar tetap tertanam iman kepada hari akhir, maka seorang muslim haruslah senantiasa terus mempelajari dan memahami apa yang terakndung dalam Al-Quran. Bagi mereka yang tidak percaya pada hari akhir, kebanyakan adalah mereka yang belum pernah menghayati fenomena alam serta apa yang disampaikan dalam Al-Quran. Dan jika mereka benar-benar menghayati dan memahami tentunya mereka akan benar-benar beriman dan takut kepada hari akhir. Sebagaimana dalam ayat berikut.

“Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh. “ QS Asy-Syura : 18)

Kemudain Agar tetap iman kepada hari akhir, cara terabiak ialah dengan senantiasa menggali informasi tentang hari akhir dari berbagai pendekatan. Informasi dari Al-Quran, Sains, Hadist, dan ilmu terapan lainnya tentunya kan menunjukkan jika hari akhir pasti akan terjadi dan tidak dapat diingkari meskipun manusia berlari ke planet manapun.

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu”. (QS Al An’Am: 31)

Contoh Perilaku Iman Kepada Hari Akhir

Contoh Perilaku Iman Kepada Hari Akhir
bitobe.net

Berikut ini contoh perilaku iman kepada hari akhir dalam kehidupan sehari-hari yang telah Admin kumpulkan, :

1. Meminjamkan buku catatan kepada teman yang tertinggal materi pelajaran
2. Membayar zakat
3. Membantu ibu menyelesaikan pekerjaan rumah
4. Meninjamkan uang teman ketika membutuhkan
5. Membantu anak saat terjatuh
6. Menyingkirakan batu/paku/kawat yang ada di jalan
7. Membuang sampah pada tempatnya
8. Membaca Al-Qur’an serta maknanya
9. Rajin bersedekah
10. Membantu kakak di rumah
11. membersihkan kelas
12. Mendirikan Sholat 5 waktu
13. Shalat tahajud di sepertiga malam
14. Rajin Sholat berjama’ah dimasjid atau dimushola
15. Senantiasa Berdzikir
16. Berkumpul dengan orang-orang sholeh
17. Bersilahturahmi kerumah kerabat
18. Tidak menjelek-jelekan teman
19. Tidak memukul teman
20. Tidak menggunjing teman
21. Tidak berbicara kasar dan kotor
22. Tidak meminum-minuman keras
23. Tidak menyekutukan Allah
24. Hormat kepada bapak/ibu guru
25. Hormat kepada orang tua
26. Membantu Adik mengerjakan PR
27. Tidak memusuhi teman
28. Membantu guru membersihkan tulisan dipapan tulis
29. Tidak bebuat zina
30. Shalat tepat waktu
31. Menjalankan ibadah puasa sesuai ketentuan
32. Tidak menggunakan narkoba
33. Memakan makanan yang baik dan halal
34. Memakai baju yang menutupi aurot
35. Memandikan orang yang meninggal
36. Mengkhafani orang yang meninggal
37. Menshalatkan orang yang meninggal
38. Menguburkan orang yang meninggal
39. Membayar hutang kepada orang lain
40. Tidak makan secara berlebihan
41. Tidak sombong
42. Tidak membeda-bedakan yang kaya dengan yang miskin
43. Berbuat Adil kepada sesama
44. Tidak memilih-milih dalam berteman
45. Tidak makan ditempat umum pada saat bulan ramadhan
46. Bertanggung jawab ketika berbuat salah
47. Saat kita makan ada teman yang datang, maka mengajaknya makan pula
48. Mengantarkan teman pulang tanpa memikirkan uang bensin
49. Menghadapi cobaan dari allah dengan lapang dada
50. Berdoa agar diselamatkan di akhirat.

Itulah tadi beberapa hikmah beriman pada hari akhir, semoga kita termasuk pribadi yang senantiasa istiqomah kepada hari akhir. Jangan lupa shere kepada yang lain. Terimakasih.

Leave a Comment