Pengertian Sentralisasi adalah

Pengertian Asas Sentralisasi, Desentralisasi dan Dekonsentrasi beserta Contoh!

Desentralisasi adalah – Ada istilah tak kenal, maka tak tahu. Mungkin istilah-istilah seperti Desentralisasi, Sentralisasi, dan Dekonsentrasi agak begitu asing atau sebelumnya pernah tau tapi sudah lupa. Kalau dulu istilah-istilah seperti tadi dipelajari dalam pelajaran PPKN atau kewarganegaraan.

Sebagai intro saja, dalam suatu pemerintahan di sebuah negara seyogyanya untuk dapat berjalan baik maka ada harus ada yang namannya kordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Baik itu dalam kekuasaan, pembagian tugas ataupun pembagian wewenang.

Untuk mencapai terciptanya pemerintahan yang baik, maka pemerintah memiliki pengaturan dalam wewenangnya. Ada tiga wewenang dalam sistem pemerintahan yang ada di Indonesia, diantaranya adalah Asas Sentralisasi, asas desentralisasi dan asas dekonsentrasi.

Biar lebih paham lagi tentang 3 asas atau sistem yang masih/pernah berlaku di Indonesia tersebut, simak yuk penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Sentralisasi

Pengertian Sentralisasi adalah
kaskus.com

Apa itu sentralisasi? Sentralisasi itu diambil dari kata sentral / Center yang berarti pusat. Jadi Arti Sentralisasi adalah penyerahan kekuasaan dan wewenang pemerintahan sepenuhnya kepada pemerintah pusat.
Maksud kata Pemerintah diatas adalah Presiden dan jajaran dewan Kabinetnya. Sedangkan yang dimaksud wewenang adalah kewenangan politik (membuat/memutuskan kebijakan) dan kewenangan administrasi (pelaksanaan kebijakan)

Kelebihan sistem Sentralisasi

Berikut ini kelebihan dari sistem sentralisasi ini, diantaranya :

• Totaliterisme penyelenggaraan pendidikan
• Pengeloaan Manajemen merata dan seragam, mulai dari aspek perencanaan, pengelolaan, evaluasi, hingga model pengembangan sekolah dan pembelajaran.
• Keseragaman pola pembudayaan masyarakat
• Pengorganisasian lebih mudah dan efisien, karena seluruh aktivitas organisasi terpusat sehingga dalam pengambilan keputusan lebih mudah.
• Pengembangan dan Perencanaan dalam organisasi lebih terintegrasi.
• Dapat Meminimalisir redundancies aset dan fasilitas lain. Dalam hal ini satu aset bisa dipakai secara bersama-sama tanpa harus menyediakan aset yang sama untuk pekerjaan yang berbeda-beda.

Kekurangan Sistem Sentralisasi

• Pemerintah daerah tidak dapat serta merta menutuskan sebuah Kebijakan, karena yang berhak adalah pemerintah pusat, inilah yang menjadikan lama dalam memutuskan sebuah kebijakan karena harus menunggu dari pemerintah pusat
• Kualitas Sumber daya manusia yang robotic. mematikan inisiatif dan kreatifitas.
• Akan mejadikan suatu pemerintahan yang otoriter. karena tidak mengakui akan hak-hak daerah.
• Kekayaan nasional ataupun kekayaan daerah dengan mudahnya dieksploitasi untuk kepentingan segelintir elite politik.
• Mematikan kemampuan dalam berinovasi yang sekiranya tidak sesuai dengan pengembangan suatu masyarakat demokrasi terbuka.

Contoh Sistem Sentralisasi

• Lembaga keamanan Negara seperti TNI yang melindungi NKRI dari tiga kekuasaan pusat yaitu udara, darat dan laut.
• Bank Indonesia, yang menjadi sentral dari semua pengaturan kebijakan moneter ataupun kebijakan fiskal.

Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi

1. Aspek Ekonomi

Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi
pixabay.com

Pada aspek ekonomi, sistem sentralisasi memiliki Dampak positif yaitu perekonomian lebih dapat teratur dan bisa terarah karena pusat lah yang berwenang dalam mengatur sistem perekonomian.

Dampak negatifnya dari sistem sentralisasi pada aspek ekonomi ini yaitu daerah menjadi pasif, karena tidak dapat berbuat apa-apa dalam mengatur kebijakan perekonomiannya, sehingga pemusatan kegiatan moneter ataupun fiskal hanyalah pemerintah pusat ayang berwenang.

2. Aspek Sosial Budaya

Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi
pixabay.com

Pada aspek Sosial Budaya, sistem sentralisasi memiliki Dampak positif yaitu perbedaan-perbedaan kebudayaan yang ada pada bangsa Indonesia dapat dengan mudah di persatukan. Inilah yang nantinya tiap daerah tidak harus menonjolkan kebudayaan masing-masing. Tentunya semboyan Bhinneka Tunggal Ika akan semkin kuat.

Dampak negatif sistem sentralisasi pada aspek sosial budaya adalah pemerintah pusat akan mendominasi seluruh aktivitas negara, sehingga eksistensi daerah pada pemerintahan daerah seperti keunikan sosial budayanya secara tidak langsung akan hilang. Dalam untuk waktu jangka panjang dapat mengakibatkan ketergantungan pada pemerintah pusat yang mana pada akhirnya kreasi dan inisiatif lokal perlahan akan menjadi pasif dan mati.

3. Aspek Keamanan

Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi
pixabay.com

Pada aspek Keamanan, sistem sentralisasi memiliki Dampak positif yaitu adalah konflik-konflik yang sering terjadi antar daerah yang mengganggu stabilitas keamanan nasional dapat dengan mudah ditangani sehingga menjadikan keamanan akan lebih terjamin.

Dampak negatif sistem sentralisasi pada aspek keamanan adalah organisasi-organisasi kemiliteran tentunya akan terlihat lebih berkuasa. Inilah yang menjadikan nantinya organisasi militer ini mempunyai hak yang lebih dibandingkan dengan organisasi lain.

4. Aspek Politik

gambar perdagangan internasional
pixabay.com

Pada aspek Politik, sistem sentralisasi memiliki Dampak positif yaitu adalah pemerintah daerah tidak akan dibuat repot dalam pengambilan keputusan yang berbeda-beda, karena semua keputusan dan kebijakan hanyalah pemerintah pusat yang berhak memutuskan. Sehingga nantinya apapun segala keputusan yang dihasilkan dapat terlaksana dengan maksimal karena pemerintah daerah cuma menerima saja.

Dampak negatif sistem sentralisasi bidang politik adalah pemerintah daerah nantinya akan terus bergantung kepada pemerintah pusat, baik itu dalam menentukan keputusan atau kebijakan. Tidak hanya itu dalam penerapan kebijakan/keputasan juga akan tehambat karena biasanya Pusat tidak serta merta cepat dalam memberikan keputsan/kebijakan.

Pengertian Desentralisasi

Pengertian Desentralisasi adalah
nabire.wordpress.com

Apa itu desentralisasi? Arti Desentralisasi adalah penyerahan/pelimpahan kebijakan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Walaupun sudah dilimpahkan ke daerah, akan tetapi tidak untuk semuanya. Ada bebrapa kebijakan ataupun keputusan tetap melalui pemerintah pusat, seperti keamanan, hukum dan kebijakan-kebijakan lain yang sekiranya menyangkut kewajiban-kewajiban pemerintah pusat.

Sedang kan Menurut UU Nomor 5 Tahun 1974, Asas Desentralisasi adalah penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. penyerahan wewenang kepada Pemerintahan Daerah bertujuan untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien. Pelimpahan wewenang tersebut itulah yang nantunya menghasilkan otonomi. Otonomi adalah kewenangan masyarakat yang ada di daerahnya itu sendiri untuk mengatur dan mengurus kepentingan/rumah tangganya sendiri.

Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang disebut dengan desntralisasi itu adalah peleimpahan/pemberian kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah, sedangkan pengaplikasiannya itu disebut dengan otonomi

Kelebihan Asas Desentralisasi

Berikut ini kelebihan dari penerapan asas desentralisasi;

• Memperingan manajemen pemerintah pusat dalam menentukan kebijakan ataupun kewenangan
• Mengurangi tugas-tugas pekerjaan di pemerintah pusat
• Untuk menentukan kebijakan ataupun sebuah keputusan Pemerintah daerah tak perlu menunggu instruksi dari pemerintah pusat
• Hubungan antar pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dapat meningkatkan semangat kerja
• Pelaksanaan kewenagan dan kebijakan menjadi lebih efisien

Kekurangan Asas Desentralisasi

Ada pun kekurangan dari asas desentralisasi ini, adalah :

• Koordinasi dalam pemerintahan akan terasa berat karena besar dan banyaknya struktur pemerintahan yang ada
• Kesesuaian ataupun Keseimbangan untuk berbagai macam kepentingan daerah mudah terganggu.
• Adanya Desentralisasi teritorial dapat menimbulkan kefanatikan terhadap daerahnya.
• Keputusan yang diambil biasanya menjadi lama karena terlalu banyak perbedaan pendapat.
• Menelan biaya yang besar serta sulit untuk memperoleh keseragaman.

Contoh Asas Desentralisasi

• Dinas pendidikan mengatur pola-pola pendidikan
• Dinas perikanan mengatur potensi perikanan di suatu daerah.
• Pembuatan kebijakan yang dilakukan oleh DPRD
• Pemilihan kepala daerah

Dampak Positif dan Negatif Desentraliasi

1. Aspek Ekonomi

Dampak Positif dan Negatif Desentraliasi
pixabay.com

Pada aspek Ekonomi, sistem Desentraliasi memiliki Dampak positif yaitu adalah Pengelolaan Sumber Daya yang ada dapat dikelola oleh pemerintah daerah, sehingga menjadikan pendapatan daerah ataupun pendapatan masayrakat menjadi meningkat.

Dampak negatif sistem desentralisasi dalam aspek ekonomi adalah dapat menimbulkan Korupsi, Kolusi, serta Nepotisme dalam pemerintahan, jika terdapat oknum pejabat daerah yang tidak benar.

2. Aspek Sosial Budaya

Dampak Positif dan Negatif Desentraliasi
parararam.com

Pada aspek Sosial Budaya, sistem Desentraliasi memiliki Dampak positif yaitu adalah dapat memperkuat ikatan sosial budaya daerah tersebut dan kebudayaan dimiliki setiap daerah dapat berkembang tanpa ada intervensi dari manapun.

Dampak negatif sistem desentraliasi pada aspek sosial budaya adalah dengan adanya kewenangan daerah, takuntnya nanti setiap daerah malah berlombang-lomba untuk menonjolkan kebudayaannya. Inilah yang secara tidak langsung, nantinya bisa melunturkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia itu sendiri.

3. Aspek Keamanan

Dampak Positif dan Negatif deSentralisasi
harianriau.co

Pada aspek Keamanan, sistem Desentraliasi memiliki Dampak positif yaitu adalah dapat meredam setiap daerah untuk memisahkan diri dengan NKRI.

Dampak negatif sistem desentralisasi dari segi keamanan adalah desentralisasi berpotensi terjadinya konflik antar daerah serta dapat mengakibatkan kecemburuan sosial dengan daerah yang lain, jika terdapat daerah yang sekiranya kurang puas dengan sistem yang menyangkut NKRI.

4. Aspek Politik

Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi
wikipedia.org

Pada aspek Politik, sistem Desentraliasi memiliki Dampak positif yaitu adalah pemerintah daerah lebih aktif dalam mengelolah daerahnya, karena keputusan dan kebijakan sebagian besar menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Dampak negatif sistem desentralisasi bidang politik adalah menjadikan euforia yang berlebihan jika kewenangan tersebut jatuh pada kepentingan golongan dan kelompok tertentu demi kepentingan pribadi atau oknum. Hal ini sulit dikontrol pemerintah di tingkat pusat.

Pengertian Dekonsentrasi

pixabay.com

Apa sih itu asas dekonsentrasi? Arti Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang administrasi dari suatu pemerintah pusat kepada pejabat daerah. Pelimpahan wewenang dan kebijakan hanya sebatas kewenangan administrasi saja, untuk kewenangan politik dan kewenagan lainnya tetap di tangan pemerintahan pusat. kesimpulanya Dekonsentrasi adalah perpaduan antara sistem sentralisasi dan sistem desentralisasi.

Kelebihan Asas Dekonsentrasi

Ada beberapa kelebihan dari asas dekonsentrasi, diantaranya :

• Mengurangi permasalahan administratif di daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat.
• Menjadikan penghubung antara pemerintah dengan rakyat.
• Adanya perangkat dekonsentrasi di tiap daerah dapat mengamankan serta mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat atau nasional pada bidang politik, ekonomi dan administrasi.
• menjadi perangkat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan nasional.

Kekurangan Asas Dekonsentrasi

• Menjadikan Struktur dalam pemerintahan semakin bertambah sehingga koordinasi akan semakin banyak dan sulit.
• Keseimbangan dan keserasian dalam bercamam – macam kepentingan daerah menjadi terganggu.
• Menimbulakan fanatisme daerah.
• Keputusan yang diambil relative lama.
• Biaya yang dibutuhkan besar.

Contoh Sistem Dekonsentrasi

• Presiden melimpahkan semua wewenang ke Gubernur untuk melaksanakan ASEAN GAMES yang akan diselenggarakan di daerahnya.
• Pelayanan Pajak di Kantor Pajak

Demikianlah penjelasan terkait dengan Asas Sentralisasi, asas desentralisasi adalah dan asas dekonsentrasi. Baik itu dampak positif maupun dampak negatifnya serta kelebihan ataupun kekurangan dari sistem Sentralisasi, desentralisasi dan dekonsentrasi. Semoga dapat menambah wawasan kita bersama. Silahkan shere jika artikel ini dinilai bermanfaat. Terimaksih.

Leave a Comment