Ini Bukti Sejarah Kerajaan Sriwijaya adalah Kerajaan Yang Adidaya di Zamannya

Sejarah Kerajaan Sriwijaya – Kerajaan Sriwijaya ialah kerajaan Melayu yang di pulau Sumatra yang berefek di kepulauan Nusantara. Dalam bahasa Sangsekerta, nama Sriwijaya diambil dari kata “sri” yang bermakna bercahaya, serta “wijaya” yang bermakna kemenangan

Makalah Kerajaan Sriwijaya

Makalah Kerajaan Sriwijaya
Makalah Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya diketahui merupakan salah satu kerajaan yang pernah beradigdaya serta besar di Indonesia. Karena di waktukejayaannya, kerajaan sriwijaya ini dikatakan negara nasional pertama

Tidak hanya itu, didasarkan Sejarah peninggalannya dapat diketahui daerah-daerah yang pernah dikuasai Sriwijaya, misalnya prasasti Karang Berahi di daerah Jambi, prasasti Kota Kapur di daerah Bangka, serta Candi Muara Takus di Riau

Sedangkan Terkait pusat pemerintahan, G. Goedes mengatakan Kerajaan Sriwijaya Berposisi di Palembang. tapi tidak sedikit juga ahli lain memiliki pendapat lain, Sebut saja RC. Majumdar (pulau Jawa serta selanjutnya Ligor). HG. Quatrich Wales (Chaiya atau Perak), JI. Moens (berawal di Kedah serta berpindah ke Muara Takus), Soekmono (Jambi), serta Boechari di Mukha Upang, Palembang

Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Sejarah Kerajaan Sriwijaya
Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Nama Sriwijaya sudah sangat populer di dunia perdagangan Internasional. Perihal itu dapat dilihat dengan ada berbagai asal pati yang menegasakan tentang keberadaan Sriwijaya, di antaranya;

Menurut berita Arab

Disebutkan jikalau pedagang Arab melaksanakan aktivitas perdagangan di Kerajaan Sriwijaya, bahkan di sekitar Sriwijaya adanyadiciptakan peninggalan yang tak kecil posibilitas bekas perkampungan orang Arab

Menurut berita India

Dikabarkan jikalau dahulu kerajaan Sriwijaya pernah mengadakan kaitan kerjasama dengan banyak kerajaan di India, tentangSriwijaya diceritakan layaknya Colamandala serta Nalanda bahkan Kerajaan Nalanda membangun satu prasasti.

Perjalanan ke India serta Arab dilanjutkan dari berita Cina

Dikabarkan jikalau terhadap pedagang yang asli dari Cina kerap singgah di wilayah Kerajaan Sriwijaya. Berita dari Cina juga mengatakan jikalau di abad ke-7 telah ada banyak kerajaan yang berdiri di Sumatra, di antaranya ialah kerajaan Tulang Bawang, di Sumatra Selatan, Melayu di daerah Jambi, serta Sriwijaya.

Keberadaan Kerajaan Sriwijaya ini dapat didapati informasinya, misalnya, dari cerita pendeta Budha dari Tiongkok, I-tsing.

Dikisahkan jikalau I-tsing balik ke Kerajaan Sriwijaya di tahun enam ratus delapan puluh lima setelah itu menetap di sana sepanjang 4 tahun buat sasaran menerjemahkan beragam kitab suci Budha dari bahasa Sangsekerta ke bahasa Tionghoa.

Pasalterhadap kenyataannya dalam kisah itu, beliau tak dapat menangani sendiri tugas itu, oleh lantaran tersebut terhadap tahun 689, ia pergi ke Kanton buat menelusuri pembantu serta dengan cepat kembali lagi ke Sriwijaya. Selanjutnya, baru terhadap tahun 696, I-tsing balik ke Tiongkok

Baca Juga :  Pengertian dan Isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Meski letak kerajaan ini secara jelas saja pusat kerajaan tak gampang dibuktikan, tetapi kemasyhuran serta efek Kerajaan Sriwijaya cukup begitu nyata sekali. Perihal ini dibuktikan dari berbagai prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang memuat mengenai berita-berita Sriwijaya

1. Prasasti Kedukan Bukit (605 S/683M)

Prasasti Kedukan Bukit adalah Prasasti yang diciptakan di tepi sungai Talang, tak jauh dari Palembang.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya berisi tentang penjelasan seorang bernama Dapunta Hyang yang sedang melakukan perjalanan suci (siddhayatra) dengan langkah-langkah memakaikan perahu. Dia berangkat dari Minangatamwan dengan membawa tentara sejumlah 20000 orang

2. Prasasti Talang Tuo (606 S/684M)

Prasasti Talang Tuo adalah salah satu peninggalan kerajaan Sriwijaya yang diciptakan di area sebelah barat kota Palembang, area Talang Tuo.

Prasasti ini isinya ialah empat belas baris tulisan dengan bahasa Melayu langka serta ditulis menggunakan karakter Pallawa.

Isinya mengenai pembuatan taman (kebun) Sriksetra atas perintah Punta Hyang dengan sasaran buat kemakmuran seluruh rakyatnya dan semuanya.

Di Samping tersebut, karakteristik agama Hindu ada dengan ditandai oleh adanya juga doa serta asa yang jelas yang

3. Prasasti Telaga Batu Juga Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Di Telaga Batu, dekat Palembang diciptakan sesuatu prasasti berbahasa Melayu klasik serta huruf Pallawa.

Kejahatan serta tak taat kepada perintah-perintah raja dilaksanakan prasasti ini tidak adanya angka tahunnya serta isinya mengenai kutukan-kutukan yang amat memngerikan kepada siapa saja.

4. Prasasti Kota Kapur (608 S/686 M)

Prasasti Kota Kapur merupakan prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang diciptakan di Pulau Bangka, isinya berbentuk doa kepada dewa-dewa buat merawat kesatuan Sriwijaya serta menghukum tiap orang yang bebrbuat jahat

5. Prasasti Karang Berahi (608 S/686 M)

Prasasti Karang Berahi ditemukan di Jambi. Isi dari prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini hampir sama dengan isi Prasasti yang ada di Kota Kapur

Terdapat juga Beberapa prasasti lain, diantaranya ialah Prasasti Ligor serta prasasti Nalanda. Prasasti Ligor sudah ada sejak tahun tujuh ratus tujuh puluh lima serta diciptakan di Ligor, Semenanjung Melayu. sedangkan Prasasti Nalanda diciptakan di Nalanda, India Timur

Letak Kerajaan Sriwijaya serta Pemerintahannya

Letak Kerajaan Sriwijaya
peta kerajaan sriwijaya

Mengapa Sriwijaya tak lambat berkembang menjadi kerajaan yang kuat serta tak kecil terutama dalam bidang maritim? kaya gimana proses pemerintahan yang diaplikasikan oleh kerajaan Sriwijaya? Untuk menjawab persoalan di atas, mari kita bahas satu persatu

Baca Juga :  Isi Prasasti Kebon Kopi (Prasasati Tapak Gajah)

Secara geografis, Pelembang diketahui sebagai area yang strategis, terlebih lagi keberadaan sungai Musi yang mengaitkan dengan area pedalaman Pulau Sumatra.

Pulau-pulau yang berada di depan muara sungai Musi begitu bermanfaat sebagai pelindung pelabuhan sehingga kondisi ini sangat tepat buat aktivitas pemerintahan serta pertahanan

Pantai timur Sumatra adalah persimpangan lantas lintas pelayaran internasional hingga sekarang Runtuhnya kerajaan Funan di Vietnam imbas dar serangan Kamboja.

Perihal ini berikan kesempatan Sriwijaya berkembang laju sebagai negara Maritim

Sriwijaya memiliki berbagai kemampuan, terutama dalam aktivitas pelayaran serta perdagangan. contohnya sebagian sungai yang besar, perairan laut yang cukup tenang, serta warga yang berbakat layaknya pelaut handal

Dari prasasti Kota Kapur, dikenal jikalau Kerajaan Sriwijaya diceritakan pernah berupaya menginvasi area Bhumi Jawa yang tak setia kepada Sriwijaya.

Wilayah yang dimaksud dengan Bhumi Jawa merupakan Jawa, teruntukkan Jawa Barat. ada serangan ke kerajaan Kaling dijelaskan oleh berita Cina juga inilah yang mendesak kerajaan Kaling pindah ke sebelah timur.

Diperkirakan juga yang melaksanakan serangan ialah Sriwijaya sendiri yang ingin menguasai Jawa Tengah pasal pantai utara Jawa yang notabane merupakan jalur perdagangan yang krusial jika dikaitkan dengan kedua cerita itu

Raja yang populer dari Kerajaan Sriwijaya diketahui ialah Balaputradewa. Balaputradewa memerintah sekitar abad ke-9. terhadap waktupemerintahannya, Sriwijaya maju cukup pesat menjadi kerajaan yang besar serta menjadi pusat agama Budha di Asia Tenggara.

Kerajaan ini menjalin kaitan tak jauh dengan kerajaan-kerajaan di India seperti Nalanda serta Cola. Balaputradewa adalah keturunan dari dinasti Syailendra, yakni putra dari Raja Samaratungga dengan Dewi Tara dari Sriwijaya. Keterangan itu didapat dari Prasasti Nalanda

Pada saat Raja Sri Sudamaniwarmadewa memerintah, Sriwijaya pernah memperoleh serangan dari raja Darmawangsa dari Jawa Timur. sehabis penyerangan tersebut, Sri Sudaniwarmadewa diteruskan oleh putranya yang bernama Marawijayottunggawarman

Untuk mengontrol area kekuasaannya yang cukup luas serta berjauhan, pemerintah Kerajaan Sriwijaya memerintahkan kepengurusan tiap area kepada seorang rakryan (wakil raja di daerah). Dalam Hal ini Sriwijaya sudah mengenal struktur pemerintahan yang sungguh bagus

Perkonomian Kerajaan Sriwijaya

Perkonomian Kerajaan Sriwijaya
Perkonomian Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya ialah kerajaan maritim yang mengandalkan perekonomiannya terhadap aktivitas perdagangan serta hasil-hasil laut. Letak geografis serta kondisi Sriwijaya yang strategis inilah yang menjadikan perdagangannya berkembang pesat.
Munculnya Sriwijaya sebagai pusat perdagangan, Menciptakan kemakmuran bagi rakyat serta negara Sriwijaya

Kapal-kapal yang singgah serta melaksanakan bongkar muat, diharuskan membayar upeti, sehingga mendatangkan keuntungan.
Dalam aktivitas perdagangan, Sriwijaya mengekspor gading, kulit, serta beragam jenis binatang liar.
sementara barang impor, antara lain beras rempah-rempah, kayu manis, kemenyang, emas, gading.

Baca Juga :  Latar Belakang Isi Perjanjian Renville serta Dampaknya Bagi Indonesia

Kehidupan Beragama Kerajaan Sriwijaya

Kehidupan Beragama Kerajaan Sriwijaya
Kehidupan Beragama Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya adalah pusat penelitian agama Budha Mahayana di semua wilayah Asia Tenggara. rujukan oleh I-tsing, di Sriwijaya tinggal ribuan pendeta serta pelajar (mahasiswa) agama Budha. Salah seorang pendeta yang populer ialah Sakyakirti.

Banyak pembelajar asing agama Budha yang berasal dari Nalanda, India datang ke Sriwijaya buat belajar bahsa Sangsekerta. Bahkan, di tahun 1011 – 1023 ada seorang pendeta agama Budha dari Tibet yang bernama Atisa datang hanya untuk memperdalam pengetahuan agama Budha

Di Nagipattana, India area selatan, Sriwijaya sudah membangun wihara terhadap tahun 1006, sebagai tempat suci agama Budha. kaitan Sriwijaya dengan India Selatan masa itu amat erat.

Bangunan lain yang amat serius ialah Biaro Bahal di Padang Lawas, Tapanuli Selatan. Hubungannya ialah dengan pernyebaranagama serta kebudayaan Budha, di Sriwijaya diciptakan sebagian peninggalan. Misalnya, Candi Muara Takus yang diciptakan dekat Sungai Kampar di area Riau serta arca Budha Budha di area Bukit Siguntang

Kebudayaan Kerajaan Sriwijaya

Kebudayaan Kerajaan Sriwijaya
Kebudayaan Kerajaan Sriwijaya

Ditemukan prasasti Kudukan Bukit , Prasasti Talang Tuo, serta Prasasti Telaga Batu mengedepankan jikalau Palembang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya mempunyai peradaban yang Maju. Penggalian arkeologis banyak mendapatkan keramik serta tembikar, ini mengedepankan jikalau di Palembang terkandung pemukiman kuno

Ditemukan pula kolam serta kanal berupa teratur, ini makin menguatkan Anggapan jikalau Sriwijaya sudah mencapai kebudayaan yang tinggi

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya
Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

Beberapa factor pengakibat mundurnya Kerajaan Sriwijaya di antaranya ialah sebagai berikut

Faktor geografis, berbentuk pergantian letak Kerajaan Sriwijaya. pergantian yang dimaksud ialah lumpur Sungai Musi yang mengendap mengakibatkan pusat Kerajaan Sriwijaya tak lagi diminati lagi oleh pedagang internasional Lemahnya Kendalikanpemerintahan pusat sehingga banyak area yang melepaskan diri

Berkembangnya kekuatan politik yang ada di Jawa serta India. Sriwijaya memperoleh serangan dari raja Rajendracola dari Colamandala tahun 1017 serta 1025. Serangan itu terjadi lagi di tahun 1025, menyebabkan Raja Sriwijaya yang memerintah ketika itu, Sri Sanggramawijayattungawarman ditangkap oleh pihak kerajaan Colamandala.

Tahun 1275, Raja Kertanegara dari Singosari melaksanakan ekspedisi Pamalayu. Perihal itu juga menjadi factor pengakibat lepasnya area Melayu dari kekuasaan Sriwijaya. Akhir dari kerajaan Sriwijaya berlangsung saat armada laut Majapahit menusuk Sriwijaya tahun 1377.

Leave a Comment