Keutamaan Membaca Surat Yasin Disertai Dengan Teks Arab dan Terjemahannya

BACAAN SURAT YASIN – Fadillah atau keutamaan surat Yasin bagi umat muslim sangat begitu menakjubkan dan banyak manfaatnya. Surat Yasin adalah surat yang ke-36 di dalam Al-Quran dan terdapat 83 ayat di dalamnya. Surah Yasin ini juga masuk kedalam golongan surat makiyah karena turun sebelum Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah.

Surat Yasin ini termasuk salah satu surat paling penting, bahkan banyak yang mengatakan kalau surat Yasin ini sebagai jantung Al-Qur’an.

Manfaat dan Keutamaan Surat Yasin

keutamaan surat yasin
parnianuk.com

Berikut ini Fadilllah ataupun keutamaan dari surat yasin:

1. Mendapat Ampunan dari Allah

Membaca surat Yasin menajdikan dosa-dosamu diampuni oleh Allah. Hal ini sesuai dengan hadits yang berbunyi:

“Siapa yang membaca (surat) Yasin pada malam hari dengan mengharap keridoan Allah maka diampuni dosa-dosanya.”(HR. At Thobroni/145, 418 dan Al-Bayhaqi/2360, 2361 dari Abu Huroiroh, Ad Darimi/3478 dari Hasan, Dishohihkan oleh Ibnu Hibban/2626).

Nah, mulai sekarang coba amalkan untuk membaca surat Yasin di waktu malam hari. Misalnya setelah shalat Isya.

2. Dipermudah bagi Orang yang Akan Meninggal Dunia

Ketika surat Yasin ini dibacakan bagi orang yang hendak meninggal dunia, maka akan dipermudah proses pencabutan nyawannya oleh Allah SWT. Hal ini seperti sebuah riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal sebagai berikut.

“Telah menceritakan kepada kami, Abu Mughiroh, telah menceritakan kepada kami Sofwan, telah menceritakan kepadaku para guru sesungguhnya mereka menghadiri Ghudaif bin Al Harits Ats Tsumali ketika sekarat maka berkatalah : Siapa seorang diantara kalian yang mau membaca Yasin? -lalu Sofwan (periwayat hadits) berkata-: maka Soleh bin Syurekh As-Sakuni membaca surat Yasin tersebut, dan ketika bacaannya sampai ke-ayat 40, ternyata Ghudaif meninggal dunia.

Sofwan berkata: Bahwasannya para guru mereka berkata, apabila dibacakan Yasin di sisi orang mati maka diringankan (pencabutan nyawa) darinya berkat bacaan Yasin tersebut.

Berkata Sofwan : Dan Isa bin Mu’tamir telah membaca Yasin di sisi Ibnu Ma’bad” (HR. Ahmad/16355)

Dengan begitu, dianjurkan untuk membacakan surat Yasin ketika ada orang yang hendak meninggal. Dengan harapan orang yang sedang nazak bakal dimudahkan proses pencabutan nyawanya.

3. Lebih Memahami Al Quran

Dengan membaca surat Yasin sambil menyelami maknanya, kamu pun bisa lebih memahami isi Al Quran. Sebab Yasin adalah salah satu surat penting yang terdapat dalam Al Quran.

4. Menjadi Orang yang Lebih Baik

Seperti juga membaca surat-surat di dalam Al Quran lainnya, dengan membaca Yasin kamu pun bisa menjadi orang yang lebih baik. Sebab Al Quran mengajarkan kebaikan dan bila kita resapi dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh diri kita.

5.Mendekatkan Diri pada Allah

Keutamaan membaca Al Quran, termasuk ketika membaca surat Yasin adalah bisa untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT. Sebab saat membacanya, Anda akan merasa lebih dekat pada Allah Yang Maha Esa.

6. Mendapat Kemudahan dari Allah

Rutin membaca Al Quran, termasuk surat Yasin bakal dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari–hari. Hidup akan dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah.

7. Mendapatkan Pahala

Membaca surat Yasin, seperti juga surat-surat lainnya di dalam Al Quran akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT. Kamu akan mendapatkan pahala yang berguna untuk bekal di hari kemudian.

8. Mendatangkan Ketenangan

Jika mungkin kamu sedang gundah gulana, cobalah untuk membaca Al Quran. Salah satu surat yang bisa kamu baca adalah surat Yasin. Baca dengan khusu, maka hatimu pun akan lebih tenang. Rutinkan untuk membaca Al Quran tiap hari agar hidup kita selalu diberi ketenangan dan keberkahan.

9. Mendatangkan Kebaikan

Tiap kita membaca Al Quran, termasuk juga Surat Yasin, bakal mendatangkan kebaikan bagi hidup kita. Seperti batin yang merasa lebih tentram maupun rasa aman dalam menjalani kehidupan.

Video Keutamaan Membaca Surah Yasin

Berikut ini video ceramah tentang keutamaan membaca surah yasin yang disampaikan oleh ust. Abdul Somad, Lc.MA (Alumni Darul Hadis, Maroko)

Surat Yasin Lengkap Dengan Latin dan Terjmemahan

Inilah bacaan surat yasin beserta bacaan latin dan terjemahannya:

Bacaan Surat Yasin dari ayat 1 – 20

1.
يس

– Yaa Siiin
– Yaa siiin

2.
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ

– Wal Qur’ aanil hakiim
– Demi Al Qur’an yg penuh hikmah

3.
إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

– Innaka laminalmursaliin
– Sesungguhnya kamu salah seorang dari Rasul-rasul

4.
عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

– ‘Alaa shiroothimmustaqiim
– (yang berada) di atas jalan yang lurus

5.
تَنزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

– Tangziilal ‘aziizir rohiim
– (sebagai wahyu) yg diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Penyayang

6.
لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أُنذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ

– Li tundziro qoumam ma undziro aabaauhum fahum ghoofiluun
– agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

7.
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

– Laqod haqqol qoulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun
– Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.

8.
إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ

– Inna Ja ’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqooni fahumm muqmahuun
– Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.

9.
وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

– Wa ja ‘alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun
– Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di blakang dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mreka sehingga mereka tidak dapat melihat.

10.
وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

– Wa sawaa un ‘alaihim a andzartahum amlam tundzirhum laa yu’minuun
– Sama saja bagi mereka apakah kemu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

11.
إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَـٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

– Innama tundziru manittaba adz dzikra wa khosyiyarrohmaana bil ghoibi fabassyirhu bi magfirotin wa ajrin kariim
– Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yangg Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat nya. Maka beri lah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yg mulia.

12.
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ

– Innaa nahnu nuhyil mautaa wanaktubu maa qoddamuu wa aatsaarohum, wa kulla syai in ahsoinaahu fii imaamim mubiin
– Sesungguhnya Kami menghidupkan orang orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Baca Juga :  Latar Belakang Isi Perjanjian Saragosa beserta Tujuan dan Dampak yang Ditimbulkan

13.
وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

– Wadrib lahum matsalan ash haabal qoryati idz jaaa ahal mursaluun
– Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri (negara) ketika utusan utusan datang kepada mereka;

14.
إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ

– Idz arsalnaa ilaihimutsnaini fa kadzabuuhumaa fa ‘azzaznaa bi tsaalitsin faqooluu innaa ilaikum mursaluun
– (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:” Ssungguhnya kami adalah orang orang yang diutus kepadamu “.

15.
قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا أَنزَلَ الرَّحْمَـٰنُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

– Qooluu ma antum illaa basyarum mitslunaa wa maa andzalar rohmaanu min syai in in antum illaa takdzibuun
– Mereka mnjawab: ”Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka “.

16.
قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

– Qooluu robbunaa ya’lamu innaaa ilaikum lamursaluun
– Mereka brkata: ”Tuhan kami mengetahui bahwa sungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.

17.
وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

– Wa maa ‘alaina illal balaqhul mubiin
– Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas “.

18.
قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

– Qooluuu innaa tathoyyarnaa bikum, la illam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun aliim
– Mereka menjawab: ”Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami “.

19.
قَالُوا طَائِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

– Qooluu thooo ’irukum ma ’akum, a in dzukkirtum, bal antum qoumum musrifuun
– Utusan utusan itu berkata: ”Kemalangan kamu itu adalah karena kmu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang) ? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas “.

20.
وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

– Wa jaa a min aqshol madiinati rojuluy yas ‘aa qoola yaa qaumit tabi’ul mursaliin
– Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki laki dengan bergegas-gegas ia berkata:” Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu.

Bacaan Surah Yasin dari ayat 21 – 40

21.
اتَّبِعُوا مَن لَّا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

– Ittabi ’uu man laa yas alukum ajrow wa hum muhtaduun
– ikutilah orrang yang tiada minta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang orang yang mendapat petunjuk.

22.
وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

– Wa maa liya laa a ’budulladzii fathoronii wa ilaihi turja’uun
Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakan dan yang hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan ?

23.
أَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِ آلِهَةً إِن يُرِدْنِ الرَّحْمَـٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنقِذُونِ

– A attakhidzu min duunihii aalihatan in yuridnirrohmaanu bidurril laa tughnii ‘annii syafaa‘atuhum syai aw wa laa yunqidzun
– Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemadhorotan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku ?

24.
إِنِّي إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

– Innii idzal lafii dlolaalim mubiin
– Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

25.
إِنِّي آمَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

– Innii aamantu birobbikum fasma’uun
– Sesungguhnya aku telah beriman kpada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

26.
قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

– Qiilad khulil jannata, qoola yaa laita qoumii ya’lamuun
– Dikatakan (kpadanya): “Masuklah ke surga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

27.
بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

– Bimaa ghofarolii robbii wa ja ‘alnii minal mukromiin
– apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang orang yang dimuliakan”.

28.
وَمَا أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

– Wa maa andzalnaa ‘alaa qoumihii min ba ’dihii min jundim minas samaaa-i wa maa kunnaa munziliin
– Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

29.
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

– In kaanat illaa shoihataw waahidatan faidzaa hum khoomiduun
– Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja, maka tiba tiba mereka semuanya mati.

30.
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

– Yaa hasrotan ‘alal ‘ibaadi ma ya’tiihim mir rosuulin illa kaanuu bihii yastahzi uun
– Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba hamba itu, tiada datang seorang rosul pun kepada mereka melainkan mreka selalu memperolok olokkannya.

31.
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

– Alam yarou kam ahlaknaa qoblahumminal quruuni annahum ilaihim la yarji ’uun
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak nya umat umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

32.
وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

– Wa in kullul lammaa jamii ’ul ladainaa mukhdloruun
– Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

33.
وَآيَةٌ لَّهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

– Wa aayatul lahumul ardlul maitatu, ahyainaahaa wa akhrojnaa minhaa habban faminhu ya ’kuluun
– Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mreka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluar kan dari padanya biji bijian, maka dari padanya mereka makan.

34.
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

– Waja ‘alna fiiha jannaatim min nakhiilin wa a ’naabin wa fajjarnaa fiihaa minal ’uyuun
– Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air

35.
لِيَأْكُلُوا مِن ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

– Liya kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afala yaskuruun
– supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ?

36.
سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

– Subbhaanal ladzii kholaqol azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardlu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya’lamuun
– Maha Suci Tuhan yang telah mmenciptakan pasangan pasangan smuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

Baca Juga :  Keutamaan Surat Al Kahfi Beserta Teks Arab-Latin dan Terjemahannya

37.
وَآيَةٌ لَّهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

– Wa aayatullahumul lailu naslakhu minhun nahaaro faidzaa hum mudhlimuun
– Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yangg besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan sertamerta mereka berada dalam kegelapan,

38.
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَ‌ٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

– Wassyamsu tajrii limustaqorril lahaa dzaalika taqdiirul aziizil ‘aliim
– dan matahari berjalan ditempat perredarannya. Demikian ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

39.
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

– Walqomara qoddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal ’urjunil qodiim
– Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manziilah manziilah, shingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

40.
لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

– Lassyamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qomara wa lallailu saabiqunnahaari wa kullun fii falakin yasbahuun
– Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat menndahului siang. Dan masing masing beredar pada garis edarnya..

Bacaan Surat Yasin dari ayat 41 – 60

41.
وَآيَةٌ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

– Wa aayatullahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fil fulkil masyhuun
– Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mreka dalam bahtera yang penuh muatan,

42.
وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ

– Wa kholaqnaa lahummim mitslihii maa yarkabuun
– dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

43.
وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ

– Wa in nasya’ nugriqhum falaa shoriikho lahum wa laa hum yunqodzuun
– Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mreka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

44.
إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ

– Illa rohmatam minna wa mataa ’an ilaahiin
– Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kpada suatu ketika.

45.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

– Wa idzaa qiilla lahumut taqu maa baina aidiikum wa maa kholfakum la ’alakum turhamuun
– Dan apabila dikatakaan kepada merreka: Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

46.
وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ آيَةٍ مِّنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

– Wa maa ta tiihim min ayatim min aayaati robbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridliin
– Dan sekali kali tiada datang kpada mreka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mreka slalu berpaling daripadanya.

47.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

– Wa idza qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumulloohu, qoolalladziina kafaruu lilladzina aamanuu, anuth’imu mal lau yasaa ullahu ath ’amahuu, in an tum illaa fii dlolaalim mubiin
– Dan apabila dikatakan kpada merreka: Nafkahkan lah sebaagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang orang yang kafir itu berkata kpada orang orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata”.

48.
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

– Wa yaquluuna mataa haadzal wa’ du in kuntum shoodiqiin
– Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang orang yang benar ?”

49.
مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ

– Maa yandhuruuna illaa shoihataw waahidatan ta ’khuzuhum wahum yakhishimuun
Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

50.
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

– Falaa yastathi ’uuna taushiyatan wa laaa ilaa ahlihim yarji’uun
– Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

51.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

– Wa nufikho fishuuri fa idzaa hum minal ajdaasi ilaa robbihim yansiluun
– Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.

52.
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَـٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

– Qooluu yaa wailanaa man ba ’atsanaa min marqodinaa, haadza maa wa ’adarrohmaanu wa shadaqol mursaluun
– Mereka berkata: ‘Aduhai celakalah kami ? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?’ Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

53.
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

– In kaanat illaa soihatawwaahidatan fa idzaahum jamii’ul ladaina muhdloruun
– Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

54.
فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

– Falyauma laa tudzlamu nafsun syai aw wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta’ maluun
– Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

55.
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

– Inna ash haabal jannatil yauma fii syugulin faakihuun
– Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang senang dalam kesibukan (mereka).

56.
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ

– Hum wa azwaajuhum fii dhilaalin ‘alal aroo iki muttaki uun
– Mreka dan istri istri mreka brada dalam tmpat yang teduh, bertelekan di atas dipan dipan.

57.
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

– Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda ’uun
– Di surga itu mereka memperoleh buah buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.

58.
سَلَامٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

– Salaamun qoulam mir robbir rohiim
– (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

59.
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

– Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuuun
– Dan (dikatakan kepada orang orang kafir): ‘Berpisahlah kamu (dari orang orang mukmin) pada hari ini, hai orang orang yang berbuat jahat.’

60.
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

– Alam a’ had ilaikum yaa banii aadama allaa ta’budusysyaithoona, innahuu lakum ‘aduwwum mubiin
– Bukankah Aku telah memerintahkan kpadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan ? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”

Baca Juga :  Macam-macam Tarian Tradisional Khas Daerah Yogyakarta

Bacaan Surat Yasin dari ayat 61 – 83

61.
وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَـٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

– Wa ani’ buudunii, haadzaa shiroothum mustaqiim
– Dan hendaklah kamu menyembah Ku. Inilah jalan yang luurus.

62.

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا  ۖ  أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ

– Wa laqd adlolla minkum jibilan katsiron, afalam takuunuu ta ’qiluun
Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

63.
هَـٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

– Haadzihii jahannamul lati kuntum tuu ’aduun
– Inilah Jahannam yang dahulu kamu di ancam (dengannya).

64.
اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

– Islauhal yauma bimaa kuntum takfuruuun
– Masuklah ke dalamnya pada hari ini di sebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

65.
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

– Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun
– Pada hari ini Kami tutup mulut mreka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mreka terhadap apa yang dahulu mreka usahakan.

66.
وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ

– Walau nasyaaa u lathomasnaa ‘alaa a’ yunihim fastabaqush-shiroota fa annaa yubshiruun
– Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).

67.
وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ

– Walau nasyaaa u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathoo’uu muddiyyaw walaa yarji’uun
– Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

68.
وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

– Wa man nu ’ammirhu nunakkishu filkholqi afala ya’qiluun
– Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan ?

69.
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ

– Wa maa ‘allamnahussyi ’ro wa maa yanbaghi lahu, in huwa illa dzikruw wa Qur’aanum mubiin
– Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan ber syair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,

70.
لِيُنْذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ

– Liyundziro man kaana hayyaw wa yahiqqol qoulu ‘alal kaafiriin
– supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang orang kafir.

71.
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ

– Awalam yarou annaa kholaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiinaa an ’aaman fahum lahaa maalikuun
– Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebaagian dari apa yangg telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya ?

72.
وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

– Wadzollalnaaha lahum faminhaa rokuubuhum wa minha ya kuluun
– Dan Kami tundukkkan binatang binatang itu untuk mereka, maka sebaagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebaagiannya mereka makan.

73.
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

– Walahum fiihaa manaafi ’u wa masyaaribu afala yasykuruun
– Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ?

74.
وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ

– Wattakhodzuu min duunillaahi aalihatal la ’allahum yunsoruun
– Mereka mengambil sembahan sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.

75.
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ

– Laa yastathii ’uuna nasrohum wahum lahum jundum muhdloruun
– Berhala berhala itu tiada dapat menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yg disiapkan untuk menjaga mereka.

76.
فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

– Falaa yakhzunka qouluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun
– Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yg mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

77.
أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

– Awalamm yarol insaanu annaa kholaqnaahu min nuthfatin fa idzaa huwa khosiimum mubiin
– Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata.

78.
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَن يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

– Wa dloraba lanaa matsalaw wanasiya kholqohu, qoola may yuhyil ‘idhooma wa hiya romiim
– Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannnya, ia berkata: ‘Siapakah yg dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh ?’

79.
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

– Qul yuhyiihal ladzii ansyaaa-ahaaa awwala marrotiw wa huwa bikulli kholqin ‘aliim
– Katakanlah: ‘Ia akan dihiidupkan oleh Tuhan yg menciptakannya kali yg pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

80.
الَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنتُم مِنْهُ تُوقِدُونَ

– Alladzii ja’ala lakum minasy syajaril-akhdlori naaron fa idzaa antum minhu tuuqiduun
– Yaitu Tuhan yangg menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

81.
أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

– Awalaisal ladzii kholaqos samaawaati wal-ardlo biqoodirin ‘alaa ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal khollaqul ‘alim
– Dan tidakkah Tuhan yg menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yg serupa dngan itu ? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

82.
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

– Innamaaa amruhuu idzaa arooda syai-an ayyayaquula lahuu kun fa yakun
– Ssungguhnya keadaan-Nya apabila Dia mnghendaki sesuatu hanyalah brkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.

83.
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

– Fasubhaanallladzii biyadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun
– Maka Maha Suci (Allah) yg di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Gambar Bacaan Surat Yasin

Berikut ini bacaan surah yasin versi gambar, yang diambil dari screenshoot quran android;

Bacaan Surah Yasin dari ayat 1-12

bacaan surat yasin

Bacaan Surat Yasin dari Ayat 13-27

bacaan surat yasin

Bacaan Surat Yasin dari Ayat 28-40

 

bacaan surat yasin

Bacaan Surat Yasin dari Ayat 41-54

bacaan surat yasin

 

Bacaan Surat Yasin dari Ayat 55-70

Gambar surat yasin

 

Bacaan Surat Yasin dari Ayat 70-83

bacaan surat yasin

Video Bacaan Surat Yasin

Berikut ini Video bacaan surah yasin merdu yang di lantunkan oleh salah seorang qoriah dari Aceh yang bernama Maghfirah M Mussein

Itulah tadi manfaat serta keutamaan dari bacaan surat yasin. Sekarang waktunya kita mengamalkan surah yang satu ini. Semoga bermanfaat. terimaksih

1 thought on “Keutamaan Membaca Surat Yasin Disertai Dengan Teks Arab dan Terjemahannya

Leave a Comment