Golongan-golongan yang Mendapat Naungan dari Allah di Hari Kiamat

Golongan yang dinaungi di hari kiamat – Salah satu rukun iman kita ada yang namanya Iman kepada hari Kiamat (hari Akhir). Semua orang setuju bahwa kiamat semakin dekat. Tapi, kapan datangnya hari kiamat itu hanya Allah yang tau. Kita sebagai makhluk ciptaanya hanya berkewajiban mengimani hari kiamat.

Allah swt. Berfirman dalam QS. Al-A’raf :187 yang artinya : “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang kiamat; “Kapan Terjadi?” katakanlah. “sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (kiamat) itu sangat berat (huru-haranya Bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengertahuinya. Katakanlah (muhammad), “sesungguhnya pengetahuan tentang (hari kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Tidak ada satupun makhluk Allah yang tahu kapan waktu datangnya hari kiamat, bahkan Nabi dan malaikat yang paling dekat dengan Allah tidak tahu kapan. Hanya Allah lah yang mengetahui akan datangnya hari kiamat.

Sudah banyak sekali tanda-tanda kiamat yang mulai ditunjukan Allah di kehidupan kita sekarang ini. Kiamat sendiri memiliki arti sebuah peristiwa dimana alam semesta beserta isinya hancur luluh lantak dan berakhirnya semua kehidupan yang ada di dunia.

Nantinya kelak dihari kiamat semua manusia akan dikumpulkan disebuah tempat yang sangat luas, tempat tersebut bernama padang Masyhar, tempat dimana jarak matahari sangat dekat sekali dan manusia merasakan kesengsaraan yang amat berat. Tetapi ditengah suasana seperti itu ada golongan-golongan manusia yang beruntung dan berbahagia karena mereka mendapat naungan dari Allah swt. Berikut hadis shahih yang menyebutkan 7 golongan golongan yang dinaungi di hari kiamat tersebut.

وَ عَنْ أبِي هُرَ يْرَةَ رَ ضِيَي االلهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ الله فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ِظلَّ ِإلاَّ ِظلَّهُ : ِإمَامٌُ عَا ِدلٌ، وَشَا بٌّ نَشَأ ِفي عِبَا دَةِ اللهِ تعلى، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ، اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ اِمْرَأةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَ جَمَالٍ، فَقَاَلَ: إِنِّي َأخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَهٍ، فَأخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ       ه(متفق عليه)ه

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda: “ Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah ta’ala, seseorang yang senantiasa hatinya dipertautkan dengan masjid, dua orang yang saling cinta mencintai karena Allah dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh wanita bangsawan lagi rupawan, lalu menjawab: “sesungguhnya saya takut kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan sedekah kemudian ia merahasiakannya sampai-sampai tangan kiri tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian kedua matanya meneteskan air mata”. (HR.Bukhari dan Muslim).

– Golongan pertama : Seorang Pemimpin (imam) yang adil

pemimpin yang adil

Pemimpin yang dimaksud disini ialah orang yang memiliki kekuasan. Seperti raja, presiden, gubernur, bupati camat, lurah, kades ataupun kepala rumah tangga dalah hal ini suami. Karena setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabban oleh Allah nantinya. Dan yang dimaksud adil ialah seseorang pemimpin itu dapat meletakan sesuatu pada tempatnya serta patuh akan perintah Allah swt.

Oleh karena itu seorang pemimpin hendaknya besikap adil kesemua yang dipimpinnya, sehinnga yang dipimpin dapat merasakan hal yang sama serta penegakan ketentuan yang benar.

– Golongan Kedua; Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan beribadah kepada Allah.

pemuda yang rajin beribadah

Kebanyakan pemuda sekarang itu hatinya lebih condong ke hal-hal yang negatif. Karena masa muda itu sendiri masa dimana nafsu akan dunia lagi tinggi-tingginya sehingga tak jarang banyak pemuda yang mengisi kesehariannya dengan perbuatan-perbuatan maksiat ataupun perbuatan-perbuatan yang sia-sia. Namun beruntung lah bagi pemuda-pemuda yang hari-harinya diisi dengan beribadah kepada Allah sehingga dia tidak ikut dalam perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat. Kelak orang-orang yang seperti itulah yang akan mendapatkan naungan dari Allah.

– Golongan Ketiga; Seseorang yang hatinya senatiasa bergantung di masjid.

seseorang yang hatinya untuk masjid

Di zaman sekarang, Berdirinya banyak masjid besar dan bagus tidak diimbangi dengan jamaah yang banyak juga membuat masjid itu nampak sepi. Oleh karena itu yang dimaksudkan untuk golongan ini adalah orang yang tidak melewatkan kesempatan untuk meramaikan masjid dengan ibadah-ibadah dan amalan-amalan sholih. Seperti sholat berjamaah. Biasanya orang yang seperti ini akan merasa resah ketika mereka satu kali saja melewatkan sholat berjamaah dimasjid.

– Golongan Keempat; Dua orang yang mencintai karena Allah, Mereka berkumpul karena Allah dan mereka berpisah juga karena Allah.

mencintai karena Allah

Beruntunglah bagi mereka yang saling mencintai karena Allah. Karena tingkat hubungan keimanan seseorang itu akan teruji bilamana cinta nya itu cinta karena hal hal lain bukan karena Allah. Ketika dua orang saling mencintai Allah cintanya tidak akan putus karena dunia dan baik berkumpul secara hakiki atau tidak, sampai kematian memisahkan keduanya.

 – Golongan Kelima; Seorang laki-laki yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan “sungguh aku takut kepada Allah”

tolak maksiat

Seperti kisah nabi Yusuf di dalam Al-qur’an. Dimana pada waktu itu nabi Yusuf diajak untuk berzina dengan istri penguasa yang cantik, namun beliau menolaknya. Karena Allah telah melarang untuk berbuat zina. Tidak hanya untuk kaum lelaki, Ini juga berlaku kepada wanita. Artinya jika ada yang mengajak untuk berbuat yang tidak baik (zina) sebaiknya ingat lah Allah, dan Tolak dengan tegas.

– Golongan Keenam; Seseorang yang bersedekah dan dia sembunyikan, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.

sedekah

Artinya jangan sombong dalam bersedekah. Jangan sampai apa yang disedekahkan itu menjadika diri kita sombong. Cukup diri kita dan Allah yang tahu. Sebuah perbuatan yang berlandaskan keikhlasan adalah syarat mutlak diterimanya amal oleh Allah. Jadi beruntunglah orang-orang yang bisa ikhlas dalam segala hal.

– Golongan Ketujuh; Seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata.

golongan yang dinaungi di hari kiamat
Menangis karena Allah

Dzikir bagi orang-orang yang beriman merupakan nafas bagi mereka. Dzikir disertai dengan meneteskan air mata bukan lah yang mudah, jika tidak benar-benar hatinya untuk Allah. Oleh karena itu beruntunglah orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehinnga dia bisa meneteskan Air matanya.

Itulah golongan-golongan yang kelak di hari akhir akan mendapatkan naungan dari Allah azza wa jalla. Semoga kita termasuk dari ketujuh golongan tersebut. amiin

Leave a Comment